• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Inilah Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU Terpilih di Muktamar ke-35 NU – Muktamar NU 2026

Inilah Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU Terpilih di Muktamar ke-35 NU – Muktamar NU 2026

August 31, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Inilah Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU Terpilih di Muktamar ke-35 NU – Muktamar NU 2026

KH Miftachul Akhyar bukan hanya sebagai figur struktur dalam tubuh NU. Pada sisi yang lain, dia adalah representator kepemimpinan spiritual yang berangkat dari tradisi NU serta mempunyai akar yang kuat dalam tradisi pesantren.

liputan9news by liputan9news
August 31, 2026
in Nasional
A A
0
Inilah Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU Terpilih di Muktamar ke-35 NU – Muktamar NU 2026
504
SHARES
1.4k
VIEWS

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS
Sebagai seorang kiai yang telah malang melintang memegang berbagai jabatan mentereng di NU, terpilihnya KH Miftachul Akhyar dalam keanggotaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam usulan di muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang membawa pesan spiritual sebagai sosok sentral di dalamnya.

Penulis sendiri cukup akrab dengannya secara ideologis, karena sering menyimak pengajian Syarah Hikam karya Ibnu Abbad al-Nafazi yang beliau ampu dalam kanal Youtube milik TV9. Tidak hanya menyimak, penulis juga menarasikannya dalam bentuk tulisan dalam rubrik Taushiyah Rais Aam di Majalah Risalah PBNU.

Bagi penulis, KH Miftachul Akhyar tidak hanya sebagai figur struktur dalam tubuh NU. Pada sisi yang lain, dia adalah representator dari kepemimpinan spiritual yang berangkat dari tradisi NU serta mempunyai akar yang kuat dalam tradisi pesantren. Lahir di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan Surabaya pada 30 Juni 1953, KH Miftachul Akhyar tumbuh dalam lingkungan yang sangat kental dengan nuansa agama Islam yang berbasis pada khazanah keilmuan yang tinggi.

Dia adalah putra kesembilan dari 13 bersaudara, lahir dari pasangan KH Abdul Ghani dan Nyai Hj. Siti Ashfiyah. Sang ayah, KH Abdul Ghani, merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah dan dikenal sebagai salah satu kiai yang memiliki ikatan keilmuan yang erat dengan tokoh-tokoh besar NU, salah satunya adalah KH M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo, Surabaya.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Politik Energi Nasional: Relasi Negara, Pasar, dan Masyarakat

Menakar Peta Jalan Gus Kikin dan Kiai Miftach dalam Menghadapi Tantangan Organisasi dan Keumatan

Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

Dibesarkan di bawah asuhan langsung seorang ayah yang alim dan wara’, pondasi keilmuan KH Miftachul Akhyar terbentuk dengan sangat kokoh. Dia menyerap dasar-dasar ilmu dasar agama dan akhlak, langsung dari keluarganya. Tidak berhenti di sana, perjalanan spiritual dan intelektual KH Miftachul Akhyar lanjut dari satu pesantren ke pesantren lain untuk menyambung sanad keilmuannya kepada para kyai besar di tanah Jawa.

Dia tercatat pernah mematangkan penguasaan ilmu agama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang. Keduanya adalah pesantren yang berada di sebuah kabupaten yang secara historis dikenal sebagai daerah yang membidani lahirnya Nahdlatul Ulama.

Tidak puas sampai di situ, Kiai Miftach kemudian melanjutkan rihlah ilmiahnya ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, pesantren salaf tertua yang masyhur dengan ketatnya pendidikan dan insitusi yang melahirkan santri-santri yang militan dalam penguasaan ilmu fiqih. Pengembaraan intelektual tersebut kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah. Kecerdasan, daya kritis, serta kemampuan dalam menyerap ilmu, menjadikannya berhasil memikat hati gurunya, KH Masduqie Allasimy, yang kemudian mengambilnya sebagai menantu.

Berbekal ilmu yang diperolehnya dari berbagai bilik pesantren bergengsi itu, KH Miftachul Akhyar kemudian mengamalkan pengetahuannya itu dengan mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya. Ada yang menarik dari pendirian pondok pesantren yang dirintis. Awalnya, dia hanya berniat mendiami rumah sang kakek di kawasan Kedung Tarukan. Namun, melihat realitas sosial dan fenomena di mana masyarakat di sekitarnya sangat membutuhkan mauidzah dan siraman rohani, panggilan hatinya tergerak. Kiai Miftachul Ahyar mulai merintis pengajian-pengajian kecil yang berkat ketekunannya akhirnya berkembang pesat menjadi Pondok Pesantren Miftachus Sunnah.

Saat ini, pondok pesantren itu telah berdiri tegak sebagai “paku bumi” di tengah derasnya arus modernisasi Kota Pahlawan. Pesantren ini menjadi oase bagi masyarakat urban yang mencari ketenangan hati dan kedalaman ilmu tauhid, fiqih, dan akhlak. Hal ini membuktikan bahwa tradisi pesantren salaf pada kenyataannya mampu terus hidup meskipun berada di jantung kota metropolitan seperti Surabaya.

Kiprah organisasi KH Miftachul Akhyar di NU berjalan secara organik, karena ia tumbuh dan menapaki tangga organisasi dari bawah. Hal itu dia lakukan tanpa ambisi politik, melainkan murni didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap nasib umat. Kiai Miftachul Akhyar memulai khidmah strukturalnya sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Surabaya pada kurun waktu sekitar tahun 2000 sampai 2005. Berkat keuletan dan integritasnya membuat kiai-kiai sepuh mempercayakan posisi yang lebih tinggi di tingkat wilayah, di mana dia menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur selama dua periode berturut-turut, yakni pada 2007-2013 dan 2013-2018.

Di ruang lingkup nasional, kapasitas kepemimpinan Kiai Miftach semakin tampak. Dia menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU pada periode 2015-2020 untuk mendampingi KH Ma’ruf Amin. Namun saat KH Ma’ruf Amin maju dalam kontestasi politik sebagai wakil presiden, Kiai Miftach dipercaya memegang kendali tertinggi sebagai Penjabat (Pj) Rais Aam. Pengakuan atas kealimannya mencapai titik puncak ketika Muktamar ke-34 di Lampung, di mana secara mufakat Ahlul Halli Wal Aqdi menunjuknya sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.

Di luar itu, kiprah dan integriitasnya juga diakui oleh ormas Islam se-Indonesia melalui amanah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena menurut amanat muktamar, Rais Aam tidak boleh rangkap jabatan, maka Kiai Miftach melepas amanat Ketua Umum MUI dan konsentrasi khidmah di NU saja.

Kini, di Muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang, amanah sebagai anggota AHWA kembali disematkan di pundak beliau. Terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam periode tahun 2026-2031 menjadi oase bahwa roda kepemimpinan NU ke depan akan tetap dinaungi oleh sosok ulama kharismatik yang ikhlas, dan mendalam keilmuannya. Selamat kiai, semoga NU terus berjaya dan menjadi rumah besar bagi nahdliyyin yang mengayomi dan merangkul.

(ASR/MSN)

Tags: KH Miftachul AkhyarMuktamar NU Ke-35Ponpes Tambakberas JombangRais Aam terpilih
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 
Agenda

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

by liputan9news
September 25, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Read more
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Politik Energi Nasional: Relasi Negara, Pasar, dan Masyarakat

September 3, 2026
Abd. Aziz, Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW, Jakarta. Kini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK)

Menakar Peta Jalan Gus Kikin dan Kiai Miftach dalam Menghadapi Tantangan Organisasi dan Keumatan

September 3, 2026
Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

August 31, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In