• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Islam Kan Sudah Sempurna, Kenapa Mesti ada Islam Nusantara?

Islam Kan Sudah Sempurna, Kenapa Mesti ada Islam Nusantara?

December 11, 2022
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Islam Kan Sudah Sempurna, Kenapa Mesti ada Islam Nusantara?

liputan9news by liputan9news
December 11, 2022
in Uncategorized
A A
1
Islam Kan Sudah Sempurna, Kenapa Mesti ada Islam Nusantara?

Ilustrasi jejak maritim sebagai salah satu saluran penyebaran Islam di Nusantara. (Foto: Pinterest)

529
SHARES
1.5k
VIEWS

“Islam itu sudah sempurna, tidak perlu embel-embel lagi. Islam Nusantara malah mereduksi makna Islam itu sendiri”

Demikan di antara ungkapan ketidaksetujuan atas penggunaan istilah Islam Nusantara yang banyak beredar di media sosial. Alasan ini pula yang menjadi salah satu pertimbangan MUI Sumbar yang baru-baru ini menyatakan tidak perlunya Islam Nusantara berada di wilayah Sumatera Barat.

Jika alasannya karena Islam sudah sempurna, dan tidak perlu embel-embel lagi, mengapa tak ada keberatan dengan penggunaan istilah Islam Kaffah (berarti ada Islam yang tidak kaffah), Islam Berkemajuan (berarti ada Islam yang tidak berkemajuan), Islam Wasathiyah atau Islam Moderat (berarti ada Islam yang tidak Moderat), dan sederetan istilah lainnya seperti Islam Transformatif, Islam Hadhari, atau Islam Progresif yang coba dikembangkan oleh organisasi masyarakat Islam atau intelektual Muslim?

Bahkan ada pula yang tampaknya dengan sengaja menulis Islam Nusantara sebagai agama baru. Mereka yang ikut Islam Nusantara dianggap sudah batal keislamannya sehingga harus syahadat ulang. Jelas bagi orang seperti itu, telah merendahkan dirinya sendiri di depan publik sebagai pembuat fitnah dan berita bohong belaka. Mereka yang membagikannya di media sosial tanpa alasan jelas juga menunjukkan literasi digitalnya rendah karena membantu menyebarkan informasi hoaks di dunia maya.

BeritaTerkait:

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

Media Sembilan Nusantara Dukung Kadis Perikanan Diklat PIM Proyek Perubahan

Meneruskan Sanad Ulama Nusantara

Media sosial membuat semua orang menjadi setara, siapa pun bebas berkomentar atas masalah apa pun. Mereka yang mengkaji ilmu agama bertahun-tahun dikomentari oleh anak-anak muda bersemangat agama tinggi, tapi minim pengetahuan. Memiliki pengetahuan sepotong-sepotong, yang seharusnya masih harus banyak belajar, tapi mengomentari beragam permasalahan agama. Tak menyadari bahwa dirinya masih belum banyak tahu dan dengan bangganya menjadi pasukan sorak hore kepentingan tertentu.

Tampaknya ada orang-orang tertentu yang tidak suka dengan Nahdlatul Ulama dan apa yang datang darinya. Apa saja yang datang dari NU, perlu diawasi dan dikritisi. Yang tidak disetujui bukan lagi soal idenya, tetapi dari mana ide tersebut datang. Tapi situasi itu bukan hal yang baru bagi NU. Sejak NU didirikan, beragam dinamika terhadap pandangan keislaman sudah terjadi. Toh, NU tetap tumbuh dan berkembang serta mendapat kepercayaan dari umat. Pandangan-pandangannya makin berterima di masyarakat. Metode-metode dakwahnya bahkan diadopsi oleh mereka yang dulu menentangnya.

Sementara NU mengakui keragaman pendapat agama dalam empat mazhab, kelompok-kelompok Islam puritan merasa bahwa hanya pandangannya saja yang benar, hanya Islamnya saja yang berhak masuk surga, hanya kitab tertentu yang boleh dibaca, dan hanya pendapat gurunya saja yang dianggap otoritatif. Tampak penuh semangat dan menarik generasi muda atau orang yang baru bersemangat dalam berislam, mereka bagai meteor yang bersinar terang, tapi kemudian cepat pudar dan akhirnya padam. Zaman telah membuktikan, gerakan-gerakan seperti itu tumbuh dan hilang berganti dengan cepat.

Mereka yang tidak setuju Islam Nusantara mengkritiknya tanpa merujuk makna yang dikembangkan NU, melainkan membuat definisi sendiri, lalu mengembangkan makna dan tafsir atas definisi yang dibuatnya tersebut. Dari situ Islam Nusantara dikritik dan dan disebutkan sederet kesalahan-kesalahannya atas nama Al-Qur’an dan Sunnah sebagai legitimasinya. Seolah-olah para ulama NU yang membuat konsep Islam Nusantara tak paham agama dan tak merujuk pada Qur’an dan Hadits. Seolah-olah, hanya tafsirnya saja yang dianggap otoritatif. Menghakimi tanpa melakukan tabayyun atau berdiskusi terlebih dulu. Dengan bangga paling merasa sesuai Qur’an dan Sunnah, sementara para imam pendiri mazhab saja menghargai perbedaan pandangan ulama lainnya.

Sebagian pengkritik bahkan mengaku tak paham agama secara mendalam tapi merasa menjadi tokoh yang bisa mengomentasi apa saja, termasuk masalah agama hanya berdasarkan logikanya semata.

Spirit Islam Nusantara adalah penghargaan tradisi lokal yang tidak pertentangan dengan nilai-nilai agama. Di sini, Islam Nusantara kemudian dituduh anti-Arab. Padahal, Islam tidak identik dengan Arab sehingga tradisi lokal yang bersesuaian dengan nilai-nilai Islam harus dihargai dan dikembangkan. Hal ini sudah lama berjalan dan kemudian NU mendefinisikan apa yang terjadi dalam proses dakwah Islam di wilayah Nusantara ini sebagai Islam Nusantara.

Spirit ini layak dikembangkan dalam konteks kekinian ketika Islam berkembang ke seluruh pelosok dunia melalui proses migrasi dan kemudahan komunikasi. Beberapa negara tempat Muslim bermigrasi mengeluhkan soal integrasi Muslim dengan masyarakat lokal. Sikap tertutup seperti ini memunculkan kesan bahwa Islam itu eksklusif. Pesan bahwa Islam adalah agama yang memberi rahmat bagi seluruh alam tidak akan muncul melalui ekslusifitas tersebut.

Bagi Nahdlatul Ulama, masukan dan diskusi untuk membahas Islam Nusantara yang dilakukan dengan baik dan sopan, dengan pendekatan intelektual akan diterima dengan baik. NU memiliki tradisi bahtsul masail yang sangat kuat di lingkungan pesantren dan forum-forum resmi organisasi. Dalam forum itu, perdebatan-perdebatan tentang berbagai tema dilakukan secara terbuka. Masing-masing menyampaikan argumentasi yang paling otoritatif. Dari situ, pendapat yang paling kuat yang akan disepakati. Kadang, ada ketidaksepakatan terhadap masalah tertentu yang disebut maukuf, yang nantinya akan dibahas lebih lanjut di kesempatan berbeda atau forum lebih tinggi. Konsep Islam Nusantara telah dibahas dalam forum tertinggi NU, yaitu dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang, yang merupakan forum tertinggi organisasi.

Beragam konsep pengembangan Islam yang digagas oleh organisasi Islam atau intelektual Islam sesungguhnya memiliki irisan yang kuat. Nilai yang dikembangkan NU, yaitu tawassuth, juga dikembangkan oleh Islam Wasathiyah. NU juga dengan memiliki prinsip menjaga nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai baru yang lebih baik, dan melakukan perbaikan secara terus menerus. Dengan demikian, NU juga mendorong kemajuan. NU juga menghargai dan mengembangkan Islam Berkemajuan.

Kini kajian Islam Nusantara dikembangkan lebih lanjut di lingkungan perguruan tinggi supaya dihasilkan temuan-temuan baru dan mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta telah membuka jurusan pascasarjana program Islam Nusantara untuk strata magister yang sudah berjalan beberapa tahun dan pada 2018 ini, sudah dibuka program’ doktor Kajian Islam Nusantara. Dari situ, konsep Islam Nusantara akan dikaji lebih matang dan lebih komprehensif untuk memberi sumbangan pada peradaban Islam. Dari NU, untuk Indonesia, untuk dunia.

Artikel yang ditulis Achmad Mukafi Niam dengan judul “Salah Kaprah Memahami Islam Nusantara” ini, pernah dimuat di media NU Online pada 29 Juli 2018.

Tags: Islam NusantaraMedia Sembilan Nusantara
Share212Tweet132SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Yusuf mars
Opini

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

by liputan9news
February 5, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Kelapa sawit hampir selalu menjadi sasaran utama setiap kali isu kerusakan lingkungan mencuat. Banjir, kebakaran hutan, hingga...

Read more
Yusuf mars

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

January 15, 2026
Peikanan

Media Sembilan Nusantara Dukung Kadis Perikanan Diklat PIM Proyek Perubahan

October 30, 2024
Berbuat Bid’ah dengan Menuduh Bid’ah Lainnya

Meneruskan Sanad Ulama Nusantara

September 11, 2024
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In