• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Jenis kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan NU hari ini?

Jenis kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan NU hari ini?

August 19, 2026
Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

October 18, 2026
Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

October 17, 2026
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Hari Santri, dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Soroti Intoleransi hingga Dampak Amandemen Konstitusi

PNIB Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

October 17, 2026
Surat Terbuka untuk Prabowo, BEM PTNU Soroti Nasib Petani

BEM PTNU: BBM Langka, MBG Membengkak Ke Mana Arah Prioritas Anggaran Negara?

October 17, 2026
Jangan Cuma Sibuk Sidak! Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ditantang Kawal Tuntas Proyek Jalan Milyaran Rupiah

Jangan Cuma Sibuk Sidak! Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ditantang Kawal Tuntas Proyek Jalan Milyaran Rupiah

October 17, 2026
Puluhan Ribu Warga Antar Tuan Guru Bagu ke Peristirahatan Terakhir

Wafat! Puluhan Ribu Warga Antar Tuan Guru Bagu ke Peristirahatan Terakhir

October 17, 2026
Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

October 17, 2026
Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

October 16, 2026
Nusron Wahid

Dua Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid

October 16, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Perlawanan dari Pesantren

October 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, October 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Jenis kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan NU hari ini?

Oleh: Achmad Baha'ur Rifqi

liputan9news by liputan9news
August 19, 2026
in Opini
A A
0
Jenis kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan NU hari ini?
502
SHARES
1.4k
VIEWS

REMBANG | LIPUTAN9NEWS

Gus Gudfan menawarkan satu jawaban: kepemimpinan yang tidak lahir dari panggung, tetapi dari malam—dari keheningan pesantren, dari pengabdian yang tidak banyak bicara, dari rekam jejak yang berbicara sendiri. Ia adalah figur yang namanya tidak perlu diagung-agungkan, tetapi layak dicermati secara jernih: sebagai seorang anak pesantren, pengusaha, bendahara, dan kini kandidat pemimpin, yang mencoba mempertemukan tradisi dan masa depan NU dalam satu tarikan napas.

 

Akar yang Menancap: Dari Dua Wali ke Panggung Kebangsaan

Gus Gudfan bukan sekadar figur administratif dalam struktur NU. Ia adalah putra KH Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan. Dari garis ayah, ia merupakan keturunan Sunan Drajat; dari jalur ibu, pewaris garis keturunan Sunan Giri. Dua mata rantai sejarah dakwah Walisongo itu bukan sekadar kebanggaan genealogis—dalam tradisi pesantren, nasab adalah amanah yang harus dibuktikan melalui khidmah dan pengabdian.

Bekal itulah yang membentuknya: tumbuh dalam lingkungan pesantren, menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar, serta menjalani pembinaan spiritual melalui Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Ia lalu menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang, sebelum menggeluti dunia bisnis sejak 2003 di berbagai sektor strategis—energi, petrokimia, informasi dan telekomunikasi, hingga pertambangan. Namun ia tetap aktif sebagai kader NU: Bendahara PP Pagar Nusa (2012-2017), Bendahara RMI PWNU Jawa Timur (2013-2018), Penasihat PW GP Ansor (2019-2023), hingga akhirnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Bendahara Umum PBNU pada 2022 menggantikan Mardani H Maming.

BeritaTerkait:

Restu Kiai Mengalir, Gus Gudfan Kian Kokoh Menuju Kursi Ketua Umum PBNU

KH Alwi Hasan Arsyad: Poros Tengah itu adalah Gus Gudfan, Solusi Abad Kedua NU

Gus Gudfan Merupakan Poros Tengah, Solusi Carut Marut PBNU

KH Zaim Lasem: Regenerasi PBNU di Persimpangan Zaman, Membaca Jejak Pengabdian Gus Gudfan sebagai Penerus Tradisi Ulama

Menuju Puncak: Bursa yang Lahir dari Dorongan Bawah

Memasuki bursa calon Ketua Umum PBNU, nama Gus Gudfan tidak muncul dari manuver politik terstruktur. Dukungan justru mengalir dari bawah: para kiai, pengurus wilayah dan cabang, badan otonom, hingga lintas generasi Nahdliyin. Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara menyatakan bahwa dukungan itu tumbuh dari penilaian terhadap kiprahnya—bukan dari mobilisasi politik, apalagi permintaan dari yang bersangkutan.

Yang menarik justru sikap Gus Gudfan sendiri. Saat awal namanya disangkutpautkan dengan bursa kepemimpinan nasional, ia menunjukkan keengganan. “*Tak ngancani para santri ngaji ae aku ya*” (saya mendampingi para santri mengaji saja), ujarnya merendah. Sikap ini—yang oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) diisyaratkan sebagai sesuatu yang wajar mengingat latar belakang silsilahnya—justru menjadi pengikat simpati, bukan karena pencitraan, melainkan karena konsistensi dengan tradisi pesantren yang mengajarkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan tujuan.

Substansi Kepemimpinan: Menyatukan Nusantara, Membawa NU ke Dunia

Yang menjadikan Gus Gudfan layak dicermati secara substantif bukanlah popularitas, melainkan kemampuannya memadukan tiga arus besar yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri.

Pertama, ia mewakili kepemimpinan yang menghubungkan NU dari Sabang sampai Merauke. Rekam jejak pengabdiannya di berbagai badan otonom dan wilayah—dari Pagar Nusa, RMI, GP Ansor, hingga PBNU—memberinya pemahaman lintas generasi dan lintas wilayah. Ia tumbuh tidak hanya di pusaran kekuasaan Jakarta, tetapi juga di akar rumput pesantren.

Kedua, ia membawa modal profesionalisme dan manajerial yang langka di tengah organisasi sebesar NU. Sebagai bendahara umum, ia mengedepankan pendekatan manajerial profesional dalam memperkuat tata kelola organisasi dan mendorong penguatan fondasi ekonomi sebagai agenda besar transformasi NU memasuki abad keduanya. Pengalamannya sebagai pengusaha di sektor-sektor strategis bukan sekadar latar belakang personal—itu menjadi bekal untuk menjawab tantangan kemandirian ekonomi umat dan pesantren yang selama ini menjadi cita-cita bersama.

Ketiga,  ia memiliki kapasitas untuk membawa wajah NU ke panggung dunia. Di tengah dinamika geopolitik global, NU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga mampu membaca masa depan—figur hibrid yang memiliki akar spiritual, paham organisasi, mengerti ekonomi, mampu berdialog dengan kekuasaan, tetapi tetap tunduk kepada adab pesantren. Dalam diri Gus Gudfan, dua arus besar kewalian—melayani seperti Drajat, mengorganisasi seperti Giri—bertemu.

Rasionalitas di Bawah Sorban Malam

Membicarakan Gus Gudfan tidak bisa hanya memakai kacamata organisasi modern. Ia harus dibaca dengan perangkat yang lebih luas: sejarah wali, sosiologi pesantren, politik Islam Nusantara, tarekat, ekonomi umat, serta masa depan NU ketika memasuki abad keduanya.

Tetapi pada saat yang sama, kita tidak boleh terjebak dalam romantisme. Muktamar ke-35 adalah penentuan arah organisasi di tengah tantangan nyata: transformasi digital, penguatan ekonomi umat, dinamika politik, dan posisi NU di tengah peradaban global yang berubah cepat. Karena itu, pertanyaan yang lebih dalam bukanlah semata “apakah ia layak memimpin?”, melainkan: jenis kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan NU hari ini?

Gus Gudfan menawarkan satu jawaban: kepemimpinan yang tidak lahir dari panggung, tetapi dari malam—dari keheningan pesantren, dari pengabdian yang tidak banyak bicara, dari rekam jejak yang berbicara sendiri. Ia adalah figur yang namanya tidak perlu diagung-agungkan, tetapi layak dicermati secara jernih: sebagai seorang anak pesantren, pengusaha, bendahara, dan kini kandidat pemimpin, yang mencoba mempertemukan tradisi dan masa depan NU dalam satu tarikan napas.

Di tengah hingar-bingar bursa calon, nama Gudfan Arif Ghofur adalah pengingat bahwa kepemimpinan sejati sering kali tidak berteriak, tetapi mengalir—dari malam yang sunyi menuju fajar yang akan menyinari NU di abad keduanya.

Achmad Baha’ur Rifqi, Aktivis Muda NU

Tags: Gus Gudfan
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Baha' Mendoakan dan Mendukung Gus Gudfan sebagai Ketum PBNU
Nasional

Restu Kiai Mengalir, Gus Gudfan Kian Kokoh Menuju Kursi Ketua Umum PBNU

by liputan9news
August 6, 2026
0

Restu Kiai Mengalir, Gus Gudfan Kian Kokoh Menuju Kursi Ketua Umum PBNU

Read more
KH Alwi Hasan Arsyad: Poros Tengah itu adalah Gus Gudfan, Solusi Abad Kedua NU

KH Alwi Hasan Arsyad: Poros Tengah itu adalah Gus Gudfan, Solusi Abad Kedua NU

July 15, 2026
Gus Gudfan

Gus Gudfan Merupakan Poros Tengah, Solusi Carut Marut PBNU

July 12, 2026
KH Zaim Lasem: Regenerasi PBNU di Persimpangan Zaman, Membaca Jejak Pengabdian Gus Gudfan sebagai Penerus Tradisi Ulama

KH Zaim Lasem: Regenerasi PBNU di Persimpangan Zaman, Membaca Jejak Pengabdian Gus Gudfan sebagai Penerus Tradisi Ulama

July 8, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

October 18, 2026
Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

October 17, 2026
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Hari Santri, dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Soroti Intoleransi hingga Dampak Amandemen Konstitusi

PNIB Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

October 17, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In