• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

liputan9news by liputan9news
September 23, 2026
in Nasional
A A
0
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

495
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS
Sebanyak 680 pengasuh pesantren rintisan asal Jawa Tengah (Jateng) mendapat pembekalan kepemimpinan dan strategi pengembangan pesantren dalam Workshop Pesantren Rintisan Angkatan ke-4 yang digelar Imam Jazuli Foundation di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, Ahad (20/09/2026).

Workshop yang berlangsung pukul 13.30 hingga 17.00 WIB itu menghadirkan Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Kiai Imam Jazuli, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Anwar Iskandar sebagai keynote speaker.

Program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Imam Jazuli Foundation untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan pengasuh pesantren sekaligus memperkuat mutu lembaga pendidikan Islam di tengah perubahan zaman.

Workshop Pesantren Rintisan menargetkan 10.000 pengasuh pesantren di seluruh Indonesia. Hingga angkatan ke-4, lebih dari 2.000 pengasuh telah mengikuti lokakarya tersebut.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dakwah Tak Cukup Ceramah, Imam Jazuli: Workshop Dai Transformatif Dipadati 1.500 Pendaftar

Kiai Imjaz: Pesantren Harus Berani Berubah

Kiai Imam Jazuli menegaskan, pengasuh pesantren harus berani mengambil keputusan strategis secara cepat dan adaptif agar lembaga yang dipimpinnya mampu menghadapi perubahan zaman.

“Bayangkan, korporasi besar saja bisa tumbang oleh perubahan. Bukan mereka tidak ahli, tetapi terlambat atau menolak untuk merespons perubahan dengan cepat dan tepat,” ujar Kiai Imjaz, sapaan akrabnya, dalam keterangan pers, Selasa (22/09/2026).

Menurut Kiai Imjaz, kondisi serupa dapat terjadi pada institusi pendidikan. Ketika banyak institusi baru tumbuh, sebagian institusi yang telah lama berdiri justru dapat mengalami kemunduran.

Karena itu, perubahan, menurutnya, harus dimulai dari pengasuh pesantren. Setiap perubahan membutuhkan keputusan yang cepat, jelas, dan otoritatif.

Kiai Imjaz juga menegaskan alasan kehadiran langsung pengasuh menjadi syarat dalam workshop yang berkaitan dengan perubahan.

“Seluruh workshop yang berkaitan dengan perubahan mensyaratkan kehadiran langsung pengasuh pesantren dan tidak dapat diwakilkan,” katanya.

“Kepemimpinan menentukan faktor sukses dan gagal dari sebuah perubahan,” tegasnya.

Pesantren Rintisan Tumbuh, Pesantren Warisan Menghadapi Tantangan

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Imjaz memaparkan perbedaan tren antara pesantren rintisan dan pesantren warisan.

“Tren pesantren rintisan banyak yang tumbuh karena mampu merespons perubahan zaman dengan tepat dan cepat. Baru sepuluh tahun sudah punya santri ribuan,” ujarnya.

Sebaliknya, ia mengatakan, tren sejumlah pesantren warisan justru mengalami penurunan. Pesantren yang sebelumnya memiliki ribuan pendaftar, kini sebagian hanya mendapatkan ratusan pendaftar.

Kiai Imam Jazuli juga menyebut jumlah penduduk Indonesia usia sekolah hampir mencapai 54 juta jiwa. Sementara jumlah anak yang bersekolah di pesantren disebut belum mencapai 10 persen atau sekitar 2,7 juta jiwa.

“Artinya, peluang yang bisa direbut masih sangat luas. Untuk merebutnya, dibutuhkan langkah-langkah adaptif terhadap perubahan zaman,” jelasnya.

Dalam workshop tersebut, Kiai Imjaz berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai langkah strategis hingga teknis dalam pengelolaan pesantren.

Materinya meliputi pengelolaan kelembagaan, status organisasi, sumber daya manusia (SDM), hubungan dengan wali santri dan santri, hingga pembangunan merek pesantren.

Materi Workshop Pesantren Rintisan ini berbeda dengan Workshop Pesantren Transformatif yang sebelumnya telah diikuti sekitar 5.000 pengasuh pesantren di Indonesia.

Meski berbeda materi, Kiai Imjaz menegaskan tujuan kedua program tersebut sama, yakni membangun kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.

“Ini agar semakin banyak anak-anak Indonesia masuk pesantren dan supaya dapat berkontribusi pada pembangunan Indonesia di wilayah yang berdampak pada perubahan besar dan nyata. Jadi pesantren harus jadi role model pusat peradaban dan transformasi keilmuan Islam modern,” katanya.

KH Anwar Iskandar: Pesantren Harus Cetak Pemimpin

Sementara itu, Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar mendorong para pengasuh pesantren untuk menjadikan lembaga pendidikan Islam sebagai tempat lahirnya pemimpin dari kalangan santri.

“Allah SWT menciptakan manusia tidak main-main, tetapi untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah itu pemimpin,” jelas KH Anwar saat menyampaikan keynote speaker.

Menurut Kiai Anwar, untuk menghasilkan pemimpin, terutama pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa, pengasuh pesantren perlu membekali santri dengan ilmu yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Ilmu yang diberikan, kata dia, tidak harus terbatas pada ilmu keagamaan. Pesantren juga dapat membekali santri dengan berbagai bidang ilmu, seperti hukum, teknik, pertanian, dan bidang lainnya.

“Semua ilmu milik Allah SWT dan akan menghasilkan manfaat bagi yang mempelajarinya. Dikotomi ilmu yang melahirkan pemisahan sempit antara ilmu agama dan ilmu umum itu warisan kaum penjajah,” pesannya.

Untuk berhasil merintis pesantren, Kiai sepuh tersebut juga mengingatkan pentingnya kemauan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Hidup adalah tantangan, dalam menghadapinya akan mendapatkan ilmu dan Ilmu adalah modal sukses,” katanya.

Di akhir sambutannya, anggota AHWA pada Muktamar ke-35 NU tersebut mengingatkan para pengasuh pesantren agar setiap langkah dimulai dengan keikhlasan.

“Niatkan ikhlas untuk mencari ridha Allah atau untuk meninggikan kalimat Allah karena di sana ada jaminan pertolongan Allah dan keteguhan langkah,” pesannya.

Gus Fahrur: Jangan Lupakan Jalur Langit

Penghujung workshop diisi dengan pesan spiritual dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang aktif di lingkungan pesantren, MUI, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur.

Gus Fahrur menyampaikan pengalamannya bahwa merintis pesantren bukanlah pekerjaan mudah. Menurutnya, ada satu modal penting yang belum disampaikan Kiai Imjaz kepada peserta workshop, yakni modal spiritual atau tirakat.

“Beliau ini ahli tirakat dan telah mengamalkan puasa dalail 12 tahun lebih. Jadi, harus ada kolaborasi jalur bumi dan jalur langit dalam merintis dan mengembangkan pesantren. Maka kita perlu mendapatkan ijazah dalail sore ini,” jelasnya.

Workshop kemudian ditutup dengan proses pengijazahan tirakat Dalailul Khairat, yang selama ini menjadi bagian penting dari agenda pendidikan spiritual di Pesantren Bina Insan Mulia.

Pesan yang mengemuka dari workshop tersebut pun menjadi jelas: pesantren tidak cukup hanya bertahan menghadapi perubahan. Pesantren dituntut memiliki kepemimpinan yang adaptif, membuka cakrawala keilmuan, membangun kepercayaan masyarakat, sekaligus menjaga fondasi spiritual.

Dari Cirebon, ikhtiar membangun pesantren rintisan itu kembali ditegaskan: kuat dalam kepemimpinan, luas dalam keilmuan, adaptif menghadapi zaman, dan kokoh dalam spiritualitas.

(WLY/MSN)

Tags: Imam JazuliKH Anwar IskandarPengasuh Pesantren BIMAPesantren Rintisan
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
Dakwah Tak Cukup Ceramah, Imam Jazuli: Workshop Dai Transformatif Dipadati 1.500 Pendaftar

Dakwah Tak Cukup Ceramah, Imam Jazuli: Workshop Dai Transformatif Dipadati 1.500 Pendaftar

September 18, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In