KAIRO, MESIR | LIPUTAN9NEWS
Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat hubungan kelembagaan dengan sejumlah institusi keislaman Mesir. Kunjungan Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, ke Kairo menjadi langkah untuk membangun kerja sama strategis di bidang pendidikan Islam, pengembangan ulama, dakwah, fatwa, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Dalam kunjungan tersebut, Kiai Cholil bertemu Menteri Wakaf Mesir, Syaikh Prof Usamah al-Azhari, pada Selasa (3/11/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan membahas sejumlah agenda kerja sama Indonesia–Mesir.
Kiai Cholil menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi pendidikan dan keilmuan Islam, terutama dengan Mesir yang memiliki tradisi keilmuan kuat melalui institusi seperti Universitas Al-Azhar.
Menurutnya, perluasan beasiswa, pelatihan sumber daya manusia, serta pertukaran pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas generasi Muslim Indonesia.
“Langkah ini diyakini mampu melahirkan generasi masa depan yang siap menjawab berbagai tantangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai moderasi beragama di kancah global,” ujar Kiai Cholil.
Selain pendidikan, kedua pihak membahas peluang penyelenggaraan seminar, simposium, dan forum ilmiah internasional. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan wakaf, penguatan ekonomi umat, serta respons terhadap persoalan keumatan kontemporer.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara ulama dan akademisi Indonesia–Mesir, sekaligus menghasilkan solusi bagi pengembangan kehidupan umat Islam di tingkat regional maupun global.
Dalam rangkaian kunjungan, Kiai Cholil bersama Menteri Wakaf Mesir juga melaksanakan salat berjamaah di Masjid Al-Kabir, kawasan Ibu Kota Administratif Baru Mesir.
MUI berharap pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui program konkret dan berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Sebelumnya, delegasi MUI juga menggelar pertemuan dengan Grand Mufti Mesir, Syekh Nazir Ayad, dan Wakil Syekh Al-Azhar, Aiman Abdul Ghani, di Kairo, Senin (2/11/2026).
Delegasi MUI antara lain terdiri dari Direktur Pengembangan Wawasan Dai Internasional KH Khariri Makmun, Bendahara Umum MUI KH Misbahul Ulum, Ketua MUI Bidang Infokom KH Masduki Baidhowi, serta sejumlah dai dan pengurus MUI.
Kedua tokoh keagamaan Mesir menyambut baik kunjungan tersebut dan menawarkan sejumlah bentuk kerja sama, termasuk peningkatan kapasitas kelembagaan fatwa, pelatihan dai, pertukaran keilmuan, serta penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala.
Dalam dialog bersama Grand Mufti Mesir, delegasi MUI membahas peran dan tanggung jawab ulama dalam menjawab persoalan umat di tengah perubahan zaman. Tantangan yang dihadapi mencakup persoalan keagamaan, perkembangan sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga dinamika geopolitik global.
Ulama dinilai tidak hanya bertugas menjaga tradisi keilmuan dan khazanah Islam, tetapi juga perlu hadir memberikan panduan, pencerahan, serta solusi atas persoalan kontemporer.
Rangkaian pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan historis dan intelektual ulama Indonesia–Mesir, sekaligus memperluas kolaborasi keumatan di tingkat global.

























