CIANJUR | LIPUTAN9NEWS
Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara merampungkan Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) 2026 di Cianjur, Jawa Barat.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, menyampaikan bahwa forum ini mengusung tema “Mengawal Stabilitas Nasional, Meneguhkan Ekonomi Kerakyatan Menuju Bangsa yang Berdaulat” sebagai komitmen mahasiswa NU dalam mengawal isu kebangsaan dan penguatan internal.
-
Penguatan Ekonomi Kerakyatan: BEM PTNU menyoroti pentingnya penguatan UMKM, koperasi, ekonomi pesantren, petani, nelayan, serta kewirausahaan pemuda untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional.
-
Syarat Kepemimpinan Mahasiswa Aktif: Menetapkan aturan bahwa Presidium Nasional ke depan wajib menjabat sebagai mahasiswa aktif guna menjaga relevansi dengan dunia akademik.
-
Sistem Pemilihan & Administrasi: Mekanisme pemilihan Presidium Nasional melibatkan Koordinator Wilayah se-Nusantara. Selain itu, disusun standar administrasi baru untuk meningkatkan akuntabilitas organisasi.
-
Legal Standing Pendidikan Kader: Merumuskan landasan hukum pendidikan kader muda NU yang mencakup penguatan nilai ke-NU-an, literasi digital, hingga kepemimpinan.
-
Mitra Kritis Pemerintah: BEM PTNU menegaskan posisinya sebagai mitra kritis-konstruktif pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, demokrasi, supremasi hukum, dan kesejahteraan masyarakat berbasis kajian data.
Hasil dari MUSPIMNAS 2026 ini akan ditindaklanjuti melalui tiga fokus utama, yaitu pembenahan tata kelola organisasi, pengembangan pendidikan kader, dan pengawalan isu-isu kebangsaan.

























