• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
NU dan Upaya Mencari Solusi atas Problem-problem yang Dihadapi Pesantren

NU dan Upaya Mencari Solusi atas Problem-problem yang Dihadapi Pesantren

July 29, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

NU dan Upaya Mencari Solusi atas Problem-problem yang Dihadapi Pesantren

Oleh: Mamang M Haerudin (Aa)

liputan9news by liputan9news
July 29, 2026
in Opini
A A
0
NU dan Upaya Mencari Solusi atas Problem-problem yang Dihadapi Pesantren

NU dan Upaya Mencari Solusi atas Problem-problem yang Dihadapi Pesantren (Foto: Ilustrasi/MSn)

496
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Menurut data Kementerian Agama, jumlah Pesantren se-Indonesia yang konon masih berkembang saat ini lebih dari 42.000 (Empat puluh dua ribu). Jumlah ini tentu merupakan data yang masih umum dan kompleks. Berapa Pesantren yang berafiliasi pada NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya. Namun, harus diakui bahwa Pesantren yang diakui sebagai lembaga pendidikan Islam asli Indonesia ini sangat lekat dengan NU. PBNU sendiri telah lama membentuk sebuah asosiasi Pesantrennya bernama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Kita semua tentu merasa prihatin dan miris, manakala citra Pesantren akhir-akhir ini sangat tercoreng. Yang paling mencolok diberitakan adalah kasus-kasus kekerasan, mulai dari kekerasan fisik sampai kekerasan seksual. Parahnya kasus-kasus kekerasan itu dilakukan oleh para pimpinan atau pengasuh Pesantren itu sendiri, yang kerap dipanggil Kiai atau Ustaz. Relasi kuasa yang begitu kompleks memang tidak bisa dipungkiri betapa di Pesantren sangat rentan terhadap kasus-kasus yang justru bertentangan dengan nilai-nilai moral yang diajarkan oleh Pesantren.

Belum lama ini, PBNU melalui RMI secara resmi telah meluncurkan aplikasi Digdaya Pesantren. Proyek digitalisasi Gus Yahya ini memang sedang terus dikebut jelang masa akhir jabatannya sebagai Ketua Umum. Entah apa signifikan aplikasi data Pesantren ini, diluncurkan dalam waktu yang begitu genting, saat Pesantren-pesantren NU tengah menjadi sorotan. Mana mungkin 42.000 lebih Pesantren bisa terdata hanya dalam waktu sekejap, atau bahkan untuk mendata Pesantren-pesantren NU saja membutuhkan banyak hal.

Untuk itu, melalui catatan harian ini, saya hendak menyampaikan beberapa hal yang bisa dijadikan prioritas agar keberadaan Pesantren betul-betul bisa menjadi lembaga pendidikan Islam yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Pasalnya, yang menjadikan Pesantren itu rentan terhadap kasus atau problem itu karena mengusung konsep menginap 24 jam, dengan fasilitas yang masih sangat terbatas. Persoalan ini yang terus terang luput dari perhatian banyak pihak, termasuk saya, sebagai salah seorang yang juga pernah belajar di Pesantren selama belasan tahun.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

“Sex Education” untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

Pertama, RMI PBNU bisa menggandeng Kementerian Agama untuk melakukan pendataan dan pengawasan terhadap Pesantren secara ketat dan tegas. Kemenag sendiri memiliki SDM yang sangat melimpah, para penyuluh agama Islam bisa dimanfaatkan dan saya pikir salah satu kewajiban mereka mendata lembaga-lembaga pendidikan Islam secara berkala. Sehingga RMI tidak perlu repot-repot mendata ulang dari awal. Kedua, RMI dan Kemenag juga perlu mengeluarkan SOP manajemen Pesantren. Mulai dari standar Kiainya, kurikulum, kebersihan, pengurusnya, kelayakan fasilitas dan lain sebagainya. Setiap komponen SOP ada pendampingannya.

Ketiga, ketegasan aturan. Bagaimana RMI bersama Kemenag menerapkan sistem yang tegas, misalnya berkenaan dengan kewenangan Pesantren dalam menerima pendaftaran santri. Jangan sampai ada Pesantren yang memaksakan diri menerima santri dengan begitu banyak, sementara pelayanan dan fasilitas Pesantren yang ada sangat minim. Kelima, khusus kurikulum Pesantren, ini juga perlu menjadi sorotan agar ke depan jam pelajaran di Pesantren tidak terlalu banyak jadwal. Bayangkan para santri yang notabene adalah pelajar di sekolah masing-masing, begitu pulang ke Pesantren kembali dijejali berbagai materi-materi pelajaran lagi nyaris selama 24 jam.

Oleh karena itu, daripada PBNU terjebak pada hal-hal yang sifatnya seremonial (formal dan bombastis), ada banyak kebijakan yang bersifat substantif dan mendesak untuk bisa segera membenahi tata kelola Pesantren. Manajemen Pesantren ini tidak bisa ditawar-tawar agar jangan sampai para santri yang jadi korban. Mengingat usia-usia santri sedang butuh banyak perhatian, edukasi dan kedisiplinan. Oleh karena itu, dalam pengasuhan santri tidak bisa sembarangan, apalagi hanya diserahkan kepada para santri senior yang status mereka juga masih sebagai santri. Pesantren harus mampu memikirkan sekaligus memenuhi ruang-ruang psikologis santri agar mereka tidak rawan kasus-kasus sebagaimana yang telah terjadi.

Saya jadi teringat dengan para tokoh bangsa, dua di antara tokoh bangsa yang juga pernah menjadi santri, Gus Dur (Abdurrahman Wahid) dan Cak Nur (Nurcholish Madjid) yang masing-masing keduanya produktif menulis berkenaan dengan Pesantren. Saya baru “ngeuh”, apa yang selama ini ditulis oleh kedua tokoh bangsa ini begitu ideal manakala menggambarkan tentang Pesantren, sementara realitas Pesantren dulu masih begitu tradisionalis dan minim sentuhan manajemen, demikian di zaman modern seperti sekarang ini, tak ada yang menjamin semodern dan selengkap apapun Pesantren karena mengusung konsep menginap 24 jam, masih banyak keretanan terjadi kasus-kasus yang tidak diinginkan. Wallahu a’lam

Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Insaaniyyah, 29 Juli 2026, 10.14 WIB

Tags: Nahdlatul UlamaNUPesantrenProblematika
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
"Sex Education" untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

“Sex Education” untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

September 14, 2026
Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

September 13, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In