YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Keluarga Nusantara Sejati (KNS) dan BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar bakti sosial penyaluran air bersih bagi masyarakat di wilayah Gunung Kidul dan Bantul, Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (14/09/2026) tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.
Sebanyak 25 tangki air dengan kapasitas sekitar 5.000–6.000 liter per tangki disalurkan ke sejumlah titik. Total air bersih yang didistribusikan mencapai sekitar 125.000 liter.
Penyaluran dilakukan antara lain di Dusun Dringo, Girijati, Purwosari, Gunung Kidul, serta Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul.
Ketua Umum PNIB Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan.
“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih, maka sudah seharusnya kita hadir dan membantu,” ujar Gus Wal.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan salah satu cara nyata untuk menjaga persatuan Indonesia.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat persatuan, gotong royong dan kebhinekaan,” katanya.
Gus Wal menilai berbagai persoalan bangsa harus dihadapi dengan memperkuat persaudaraan, bukan dengan mempertajam perbedaan dan menyebarkan kebencian.
Ia menyebut korupsi, intoleransi, terorisme, radikalisme, anarkisme dan berbagai bentuk kekerasan sebagai persoalan yang perlu dilawan bersama.
Selanjutnya, Gus Wal juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu politik identitas maupun perbedaan latar belakang.
“Kita boleh berbeda pilihan, berbeda organisasi dan berbeda latar belakang, tetapi kita tetap satu Indonesia,” tegasnya.
Terkait gagasan khilafah, Gus Wal menyatakan bahwa Indonesia memiliki Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus kebangsaan yang harus dijaga.
Menurut dia, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat.
Kolaborasi PNIB, KNS dan BEM PTNU DIY dalam penyaluran air bersih tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa gerakan sosial dan kepedulian kebangsaan dapat berjalan bersama.
Bagi PNIB, membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa.
“Merawat Indonesia bukan hanya dengan kata-kata. Mari hadir, membantu, bergotong royong dan menjaga persaudaraan,” ujar Gus Wal.
Ia menambahkan, kepedulian sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan menciptakan Indonesia yang aman, damai dan sejahtera.

























