• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Zein (KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA)

Ramadan sebagai Madrasah Ihsan, Membangun Integritas Moral Substansial

March 14, 2024
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Ramadan

Ramadan sebagai Madrasah Ihsan, Membangun Integritas Moral Substansial

Oleh: KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
March 14, 2024
in Ramadan, Syiar Islam
A A
2
Gus Zein (KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA)

Gus Zein (KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA)/Foto: Liputan9news

546
SHARES
1.6k
VIEWS

Jakarta, LIPUTAN 9 NEWS 
Ibadah inti dan utama di bulan Ramadan adalah puasa, sebagaimana firman Allah SWT di dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ

Maka barang siapa di antara kalian hadir di bulan itu hendaklah ia berpuasa.

Uniknya, puasa memiliki keistimewaan tersendiri dibanding jenis-jenis ibadah lainnya. Keistimewaan puasa ini pernah diungkapkan oleh Rasulullah Saw. dalam hadits beliau:

BeritaTerkait:

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Tanggalkan Egoisme, Rekatkan Persaudaraan

Khutbah Jumat: Zakat yang Membersihkan dan Mensucikan 

Fiqh Ramadan: Shalat Witr Bersama Imam Tarawih atau Setelah Shalat Tahajjud?

Khutbah Jumat: Ramadan Bulan Al-Quran

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ (متفق عليه)

Semua amal ibadah anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia (puasa itu) untukku, dan aku sendiri yang akan mengganjarnya (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Tentu, semua jenis ibadah, apakah baik itu shalah, zakat, umrah/haji dan lainnya, kita lakukan semata untuk Allah dan guna menggapai ridha-Nya. Namun, hadits tersebut menempatkan puasa secara lebih istimewa, dibanding ibadah-ibadah lainnya, sehingga ia langsung dinisbatkan kepada Allah SWT. Seperti ketika Ka’bah disebut sebagai Rumah Allah (Baytullâh), tentu semua rumah, seluruh bangunan dan segenap bumi dan segala isinya adalah milik Allah. Namun, ketika Ka’bah langsung dinisbatkan kepada Allah dan kemudian disebut Baytullâh atau Rumah Allah, itu karena adanya keistimewaan tersendiri yang dimiliki oleh Ka’bah dibanding seluruh rumah/bangunan lainnya di muka bumi ini. Demikian juga puasa.

Semua amal ibadah dapat dilihat oleh orang lain. Anda tahu saya sedang shalat ketika Anda melihat tubuh saya yang sedang melakukan gerakan shalat, sujud misalnya. Anda tahu saya berzakat karena Anda menyaksikan ada materi yang saya bayarkan/tunaikan, apalagi jika zakat itu saya berikan untuk Anda. Saat saya melaksanakan ibadah haji pun, Anda bisa menyaksikannya, baik secara langsung maupun melalui photo/video saat saya wukuf di Arafah atau ketika saya melontar jamrah, yang saya posting di media sosial saya.

Ketika Anda tahu dan menyaksikan setiap ibadah yang saya lakukan, tentu ada potensi riyâ` (memperlihatkan dan memamerkan sesuatu untuk menuai pujian) di dalam hati saya. Apalagi jika kemudian Anda menilai bagus dan memuji setiap ibadah yang saya lakukan itu, potensi riya` semakin besar menjangkiti saya.

Lain halnya dengan puasa. Keistimewaan puasa itu antara lain terletak pada bahwa ia adalah ibadah yang amalannya tidak dapat dilihat oleh orang lain. Bisa saja saya mengaku-ngaku sedang puasa di depan Anda, dan Anda percaya bahwa saya sedang puasa, meskipun kenyataannya saya bohong. Yang mampu mengetahui bahwa saya benar-benar sedang puasa atau tidak hanyalah Allah SWT, demikian ungkap Imam al-Ghazali di dalam Ihya`-nya. Itulah mengapa ibadah puasa memiliki keistimewaan dibanding jenis ibadah lainnya.

Di dalam ibadah puasa yang notabene hanya dapat diketahu oleh Allah, keikhlasan (kemurnian amal ibadah hanya untuk menggapai ridha Allah SWT) lebih mudah dibangun, sebagaimana termaktub di dalam ar-Risâlah a-Qusyairiyyah karya al-Imam al-Qusyairiy:

الإخلاص التوقي عَن ملاحظة الخلق. فالمخلص لا رياء له

Ikhlas adalah menghindar dari perhatian/penilaian orang lain. Seorang yang ikhlas tidak ada riya dalam dirinya.

Di dalam ibadah puasa, ada relasi khusus yang terbangun antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tanpa melibatkan pihak lain manapun. Sebagaimana redaksi hadits di awal tulisan ini, puasa yang kita jalani hanya Allah yang tahu, maka kemudian Allah jugalah yang langsung menangani ganjaran atas puasa kita tersebut. Ada intimasi hubungan yang terjalin antara pelaku puasa dengan Tuhannya.

Tentu kita pernah mendengar Hadits Jibril, yaitu ketika terjadi dialog antara Rasulillah Saw. dan Malaikat Jibril as. tentang fundamen trilogi keislaman kita: Islam, Iman dan Ihsan. Fokus pada Ihsan, berikut dialognya:

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ. قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ (رواه مسلم)

Ia (Jibril as.) berkata: Beritahu aku tentang Ihsan. Ia (Rasulullah Saw.) berkata: (Ihsan adalah) engkau menyembah Allah seakan engkau melihat-Nya. Jikapun engkau tidak melihat–Nya, sesungguhnya Dia melihatmu (HR. Muslim).

Ihsan mendidik kita tentang murâqabah, yaitu kesadaran diri tentang kehadiran dan pengawasan Allah Dzat Yang al-Raqîb (Maha Mengawasi). Ketika seorang hamba selalu mawas diri bahwa ia senantiasa berada dalam radar pengawasan Tuhannya, baik di keramaian maupun di kesunyian, tentu ia akan selaraskan seluruh aktivitasnya dengan frekuensi ketaatan kepada Allah. Dengan kesadaran yang mendalam tentang murâqabah, potensi kemaksiatan dan kezaliman akan semakin jauh untuk dilakukan. Sebagimana termaktub di dalam ar-Risâlah a-Qusyairiyyah:

من راقب اللَّه تَعَالَى فِي خطرات قلبه عصمه اللَّه فِي حركات جوارحه

Siapa yang senantiasa sadar bahwa ia diawasi oleh Allah pada lintasan-lintasan hatinya, maka Allah akan menjaganya pada gerak-gerik anggota tubuhnya.

Seperti termuat di dalam Ihyâ ‘Ulûmiddîn, yang dikisahkan oleh Abdullah ibn Dinar ra., ketika ia pergi bersama Umar ibn Khattab ra. menuju ke Mekkah. Saat keduanya istirahat di tengah perjalanan, seorang penggembala domba turun dari bukit. Umar lalu berkata: “Wahai penggembala, juallah kepadaku salah satu domba itu.” Si penggembala berkata: “Aku hanya seorang budak (bukan pemilik domba).” Kembali Umar berkata: Katakan saja nanti kepada tuanmu bahwa domba itu dimakan serigala.” Penggembala itu berujar: Lalu apa yang harus kukatakan kepada Allah?” Umar pun menangis. Kemudian ia temui tuan si budak tersebut, dan ia beli budak itu dari tuannya. Kemudia Umar membebaskan budak tersebut, seraya berkata: Kata-katamu itu yang membebaskanmu di dunia ini (dari perbudakan), dan aku berharap kata-katamu itu juga akan membebaskanmu (dari siksa neraka) di Akhirat kelak.

Jika saat lampu lalu lintas merah menyala saya hentikan laju kendaraan agar saya tidak ditilang polisi, atau supaya tidak terekam oleh kamera ETLE, atau karena takut bertabrakan dengan kendaraan dari arah lawan, itulah moral prosedural. Namun, saat lampu lalu lintas merah menyala, dan dengan penuh kesadaran saya hentikan laju kendaraan saya, tanpa perlu peduli apakah ada polisi atau CCTV ETLE, juga tanpa perlu melihat adakah kendaraan yang melaju dari arah lawan, itulah moral substansial.

Anda bermoral secara prosedural, ketika misalnya Anda tidak melakukan korupsi karena takut ketahuan dan ditangkap oleh KPK. Bisa jadi akan lain ceritanya jika menurut penilaian Anda potensi ketahun dan tertangkap itu tidak ada.

Namun, jika kesempatan untuk korupsi terbuka lebar dan Anda yakin tidak akan ketahuan dan ditangkap oleh KPK tapi Anda tetap tidak mau melakukan korupsi, Anda bermoral secara substansial.

Moral substansial semacam ini dapat terintegrasi di dalam diri seorang hamba jika ia yakin sepenuhnya terhadap murâqabah atau pengawasan Allah SWT. Dan puasa mendidik kita secara intensif untuk sadar tentang pengawasan-Nya itu.

KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, anggota Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta, Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara (PP LADISNU) dan Ketua Yayasan Al-Mu’in Kota Tangerang.

Tags: IhsanKH. Ade Muzaini AzizMoral BangsaRamadan madrasahSubstansial
Share218Tweet137SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.
Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Tanggalkan Egoisme, Rekatkan Persaudaraan

by liputan9news
March 21, 2026
0

Khutbah Pertama السلام عليكم ورحمة الله وبركاته أَللهُ أَكْبَرُ 9×... أَللهُ أَكْبَرُ كَبْيرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا....

Read more
KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.

Khutbah Jumat: Zakat yang Membersihkan dan Mensucikan 

March 5, 2026
KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.

Fiqh Ramadan: Shalat Witr Bersama Imam Tarawih atau Setelah Shalat Tahajjud?

February 26, 2026
Ade Muzaini Aziz

Khutbah Jumat: Ramadan Bulan Al-Quran

March 13, 2025
Load More

Comments 2

  1. balmorex says:
    4 months ago

    **balmorex**

    balmorex is an exceptional solution for individuals who suffer from chronic joint pain and muscle aches.

    Reply
  2. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In