• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH Imam Jazuli, Lc., M.A., Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026-2031 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat.

Kiai Imam Jazuli Kembali Masuk Syuriyah PBNU, 5.000 Dai Disiapkan Hadapi Era Digital

October 5, 2026
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) kembali mengantarkan puluhan santrinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebanyak 27 santri BIMA dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko pada 2026 melalui jalur seleksi Kementerian Agama Republik Indonesia dan program beasiswa kerja sama luar negeri.

27 Santri BIMA Lolos Studi ke Maroko 2026

October 14, 2026
“Dengan segala hormat, saya mengajak keluarga besar NU mulai sekarang harus siap-siap bertarekat

Mudir JATMAN Ali Masykur Musa Serukan Warga NU Mulai Bertarekat

October 14, 2026
Abd. Aziz

Abd. Aziz Bedah Peluang Pemakzulan Gibran, Konstitusi Jadi Penentu

October 14, 2026
Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Sebut Negara Butuh Kekuatan Spiritual

Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Sebut Negara Butuh Kekuatan Spiritual

October 14, 2026
KPK

KPK Sita Land Cruiser Orang Kepercayaan Nusron Wahid

October 14, 2026
Bongkar Dugaan Suap Pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Lilur Lapor KPK

Bongkar Dugaan Suap Pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Lilur Lapor KPK

October 13, 2026
https://liputan9.id/trans-wibawamukti-makin-praktis-dishub-bekasi-andalkan-aplikasi-si-bestie/

Trans Wibawamukti Makin Praktis, Dishub Bekasi Andalkan Aplikasi Si Besti

October 14, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, October 15, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kiai Imam Jazuli Kembali Masuk Syuriyah PBNU, 5.000 Dai Disiapkan Hadapi Era Digital

liputan9news by liputan9news
October 5, 2026
in Nasional
A A
0
KH Imam Jazuli, Lc., M.A., Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026-2031 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat.

KH Imam Jazuli, Lc., M.A., Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026-2031 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Dok. Ponpes BIMA/MSN)

506
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026-2031 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, KH Imam Jazuli, Lc., M.A., mendorong transformasi dakwah Islam agar mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan akar keilmuan dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

Menurut Kiai Imam Jazuli, yang akrab disapa Kiai Imjaz, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mencari ilmu agama, memilih sumber informasi, hingga menentukan sosok yang layak menjadi rujukan keagamaan.

Karena itu, dakwah masa kini tidak cukup hanya memindahkan ceramah dari mimbar ke layar ponsel. Para dai juga perlu memahami karakter audiens, menguasai komunikasi digital, serta menyampaikan ajaran Islam dengan bahasa yang relevan bagi masyarakat modern.

“Dunia dakwah sedang berubah. Media dan masyarakatnya berubah. Cara mereka mencari pengetahuan berubah. Bahkan, cara mereka menentukan siapa yang layak didengarkan pun berubah. Saya tergerak untuk mengawal transformasi dakwah yang relate dengan kebutuhan zaman,”ujar Kiai Imjaz dalam keterangan pers, Ahad (4/10/2026) kemarin.

BeritaTerkait:

27 Santri BIMA Lolos Studi ke Maroko 2026

Kiai Imjaz: Ketegasan Kiai Miftach Berpijak pada Konstitusi NU

Di Hadapan 300 Ulama, Kiai Imjaz Ungkap Kesaksian tentang Rais Aam PBNU

Gala Dinner Pasca Muktamar, 300 Aktivis NU Bersatu

700 Dai Ikuti Workshop Nasional

Sebagai langkah konkret, Imam Jazuli Foundation telah mengembangkan program transformasi dai, termasuk melalui Workshop Nasional Dai Transformatif di Tengah Perubahan Disruptif yang diikuti 700 pendakwah pada September 2026.

Program tersebut ditargetkan menjangkau 5.000 dai di berbagai daerah melalui seleksi berbasis portofolio dan kompetensi. Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung di Provinsi Banten pada 18 Oktober 2026.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendakwah agar tidak hanya memiliki penguasaan materi keagamaan, tetapi juga mampu menyampaikan ilmu secara efektif di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat.

Menurut Kiai Imjaz, kedalaman ilmu harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami kebutuhan jamaah. Materi yang benar sekalipun berisiko tidak tersampaikan secara optimal jika metode dan bahasanya tidak sesuai dengan karakter pendengar.

“Dakwah tidak cukup bertanya apa yang ingin disampaikan. Kita juga harus bertanya kepada siapa pesan itu disampaikan, bagaimana pesan tersebut diterima, dan perubahan apa yang lahir setelah pesan itu diterima,” terangnya.

Ulama Digital Harus Berilmu, Bukan Sekadar Viral

Lebih lanjut, Kiai Imjaz menyoroti munculnya tantangan baru di ruang digital. Platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan podcast membuka peluang bagi para dai untuk menjangkau jamaah tanpa batas geografis. Namun, kemudahan tersebut juga memunculkan persoalan mengenai kredibilitas sumber keagamaan.

Di satu sisi, sebagian ulama yang memiliki kedalaman ilmu masih menghadapi tantangan dalam menjangkau generasi muda. Di sisi lain, popularitas di media sosial dapat diraih melalui video singkat, strategi branding, dan kemampuan mengikuti algoritma, tanpa selalu disertai kedalaman keilmuan yang memadai.

“Yang paling banyak didengar belum tentu yang paling dalam ilmunya,” tegasnya.

Karena itu, Kiai Imjaz mendorong lahirnya ulama digital yang mampu memadukan penguasaan khazanah keislaman dengan pemahaman terhadap persoalan kontemporer. Mereka juga harus mampu membaca karakter generasi muda dan menerjemahkan tradisi keilmuan Islam ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat luas.

Menurutnya, popularitas tidak boleh menjadi ukuran tunggal keberhasilan dakwah. Otoritas keilmuan, ketepatan konteks, validitas sumber, dan tanggung jawab dalam menyampaikan pesan agama tetap harus menjadi prioritas.

Dakwah NU Jangan Berhenti pada Kemegahan Acara

Selanjutnya, Kiai Imjaz juga menekankan perlunya revitalisasi orientasi dakwah Nahdlatul Ulama. Dakwah, menurutnya, tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemeriahan kegiatan atau banyaknya jamaah yang hadir, tetapi harus mampu mendorong pemberdayaan umat dan membantu menyelesaikan persoalan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Transformasi tersebut membutuhkan dai yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memiliki kemampuan memilah informasi, memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan fakta dan opini.

Di era digital, kemampuan bekerja bersama tim media juga semakin penting. Produksi konten, desain, strategi distribusi, literasi data, dan pengelolaan kanal digital perlu ditangani secara profesional agar pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, teknologi bukan sekadar alat untuk memperbanyak tayangan, melainkan sarana memperluas manfaat dakwah.

Berubah Tanpa Kehilangan Akar

Bagi Kiai Imam Jazuli, inti transformasi dakwah adalah kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan fondasi keilmuan Islam dan tradisi Aswaja An-Nahdliyah.

Dakwah harus tetap berpijak pada sanad dan otoritas keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi pada saat yang sama tidak boleh gagap menghadapi perkembangan teknologi.

Ia menilai, generasi muda yang memiliki keahlian di bidang teknologi, komunikasi, dan produksi media perlu dilibatkan secara lebih luas. Kolaborasi antara ulama, dai, dan tenaga profesional di bidang digital diharapkan dapat membangun ekosistem dakwah yang lebih kuat.

Pendekatan tersebut menempatkan tradisi dan inovasi bukan sebagai dua hal yang harus dipertentangkan. Tradisi keilmuan tetap dijaga, sementara metode penyampaiannya dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, transformasi dakwah bukan sekadar persoalan mengikuti tren digital. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa kemajuan teknologi memperluas akses masyarakat terhadap ilmu agama yang benar, memperkuat pemahaman keislaman, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan umat.

Bagi Kiai Imjaz, dakwah yang relevan dengan zaman adalah dakwah yang mampu menjangkau generasi baru tanpa kehilangan kedalaman ilmu, identitas keislaman, dan tanggung jawab moralnya.

(Ai.MSN)

Tags: daiDakwahImam JazuliKiai ImjazPengasuh Pesantren BIMAPengurus Syuriyah PBNURais Syuriyah PBNU
Share202Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) kembali mengantarkan puluhan santrinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebanyak 27 santri BIMA dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko pada 2026 melalui jalur seleksi Kementerian Agama Republik Indonesia dan program beasiswa kerja sama luar negeri.
Nasional

27 Santri BIMA Lolos Studi ke Maroko 2026

by liputan9news
October 14, 2026
0

Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) kembali mengantarkan puluhan santrinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebanyak 27 santri BIMA dinyatakan lolos...

Read more
KH Imam Jazuli, Lc., MA Pimpinan Ponpes BIMA Cirebon dan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

Kiai Imjaz: Ketegasan Kiai Miftach Berpijak pada Konstitusi NU

October 7, 2026
KH Imam Jazuli, Lc., MA Pimpinan Ponpes BIMA Cirebon dan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

Di Hadapan 300 Ulama, Kiai Imjaz Ungkap Kesaksian tentang Rais Aam PBNU

October 2, 2026
Gala Dinner Pasca Muktamar, 300 Aktivis NU Bersatu

Gala Dinner Pasca Muktamar, 300 Aktivis NU Bersatu

September 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In