• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH Imam Jazuli, Lc., MA Pimpinan Ponpes BIMA Cirebon dan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

Di Hadapan 300 Ulama, Kiai Imjaz Ungkap Kesaksian tentang Rais Aam PBNU

October 2, 2026
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) kembali mengantarkan puluhan santrinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebanyak 27 santri BIMA dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko pada 2026 melalui jalur seleksi Kementerian Agama Republik Indonesia dan program beasiswa kerja sama luar negeri.

27 Santri BIMA Lolos Studi ke Maroko 2026

October 14, 2026
“Dengan segala hormat, saya mengajak keluarga besar NU mulai sekarang harus siap-siap bertarekat

Mudir JATMAN Ali Masykur Musa Serukan Warga NU Mulai Bertarekat

October 14, 2026
Abd. Aziz

Abd. Aziz Bedah Peluang Pemakzulan Gibran, Konstitusi Jadi Penentu

October 14, 2026
Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Sebut Negara Butuh Kekuatan Spiritual

Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Sebut Negara Butuh Kekuatan Spiritual

October 14, 2026
KPK

KPK Sita Land Cruiser Orang Kepercayaan Nusron Wahid

October 14, 2026
Bongkar Dugaan Suap Pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Lilur Lapor KPK

Bongkar Dugaan Suap Pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Lilur Lapor KPK

October 13, 2026
https://liputan9.id/trans-wibawamukti-makin-praktis-dishub-bekasi-andalkan-aplikasi-si-bestie/

Trans Wibawamukti Makin Praktis, Dishub Bekasi Andalkan Aplikasi Si Besti

October 14, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, October 15, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Di Hadapan 300 Ulama, Kiai Imjaz Ungkap Kesaksian tentang Rais Aam PBNU

liputan9news by liputan9news
October 2, 2026
in Nasional
A A
0
KH Imam Jazuli, Lc., MA Pimpinan Ponpes BIMA Cirebon dan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

KH Imam Jazuli, Lc., MA Pimpinan Ponpes BIMA Cirebon dan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

571
SHARES
1.6k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS
Pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), seruan menjaga ukhuwah dan mengedepankan tabayun kembali mengemuka. Di tengah dinamika dan perbedaan pandangan yang berkembang, warga Nahdliyin diajak tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam Gala Dinner Pekan Rekonsiliasi dan Ukhuwah Nahdliyyin Pasca-Muktamar ke-35 NU di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2, Cirebon, Ahad (27/09/2026).

Sekitar 300 ulama dan aktivis NU, baik dari unsur struktural maupun kultural, menghadiri forum yang diinisiasi Imam Jazuli Foundation (IJF) tersebut.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah kesaksian KH Imam Jazuli mengenai KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

BeritaTerkait:

Habib Umar bin Hafidz Kunjungi Kantor PBNU

Gus Lilur Terus Ungkap Dugaan Suap Muktamar NU

Rais Aam PBNU Ingatkan Bahaya Topeng Akhir Zaman

Kiai Imjaz: Ketegasan Kiai Miftach Berpijak pada Konstitusi NU

Kiai Imjaz, sapaan KH Imam Jazuli, menegaskan bahwa kesaksiannya disampaikan sebagai bentuk tabayun terhadap sejumlah informasi yang berkembang mengenai KH Miftachul Akhyar.

“Saya ini orang yang objektif. Saya ingin klarifikasi sedikit saja berbagai bully, ujaran kebencian dan fitnah yang berkembang di ruang publik terkait KH Miftachul Akhyar, yang intinya ingin menjatuhkan marwah, wibawa, dan kehormatan beliau sebagai Rais Aam PBNU,” ujar Kiai Imjaz.

Tabayun soal Kehidupan Rais Aam

Kiai Imjaz mengatakan dirinya bersama keluarga sempat bersilaturahmi dan sowan langsung ke kediaman KH Miftachul Akhyar di Surabaya setelah Muktamar ke-35 NU.

Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan tabayun terhadap sejumlah informasi yang beredar, termasuk mengenai kondisi rumah KH Miftachul Akhyar yang disebut memiliki fasilitas lift.

Namun, berdasarkan kesaksian yang disampaikan Kiai Imjaz, bangunan tersebut merupakan bagian dari lingkungan pesantren dan kehidupan keluarga KH Miftachul Akhyar menurutnya jauh dari kesan mewah.

“Saat bertemu Kiai Miftah, saya ngobrol sekaligus tabayun beberapa hal, termasuk kaitan rumah beliau yang memiliki lift, yang ternyata itu adalah pesantren. Rumah Kiai Miftah di belakang pesantren. Masuk gang. Itu pun lantai dua buat tempat santri. Atapnya sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.

Kiai Imjaz menilai kondisi tersebut menunjukkan kesederhanaan kehidupan KH Miftachul Akhyar di tengah posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

Ia juga menuturkan sikap KH Miftachul Akhyar ketika menghadapi kritik, pembullyan, maupun tudingan di ruang publik.

Menurut Kiai Imjaz, dirinya pernah menanyakan langsung mengapa KH Miftachul Akhyar memilih tidak membalas berbagai tudingan tersebut.

“Beliau hanya tersenyum dan mengatakan, biar waktu yang mengungkap semua kebenaran,” tutur Kiai Imjaz.

Kesederhanaan Keluarga

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Imjaz juga menceritakan kesederhanaan keluarga KH Miftachul Akhyar.

Ia menyebut salah seorang putra Rais Aam PBNU merupakan sahabatnya ketika keduanya berada di Mesir. Menurut Kiai Imjaz, putra KH Miftachul Akhyar tersebut masih menggunakan mobil lama.

Ia juga menyebut putra lainnya, yang merupakan alumni Lirboyo dan kini menjadi Wakil Katib PWNU Jawa Timur, dalam kesehariannya menggunakan sepeda motor.

“Hidup sangat sederhana keluarganya, rumahnya pun masih mengontrak,” ungkap Kiai Imjaz.

Kiai Imjaz juga menyampaikan bahwa dirinya pernah memberikan sesuatu kepada salah seorang putra KH Miftachul Akhyar, tetapi pemberian tersebut ditolak dan disaksikan langsung oleh Rais Aam PBNU.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari kesaksiannya mengenai prinsip KH Miftachul Akhyar dalam mendidik keluarga.

Perjalanan Keilmuan dan Khidmah di NU

Selain kehidupan keluarga, Kiai Imjaz juga memaparkan perjalanan keilmuan KH Miftachul Akhyar.

Ia menyebut KH Miftachul Akhyar pernah menimba ilmu di sejumlah pesantren, antara lain Pondok Pesantren Tambakberas, Sidogiri, dan pesantren di Lasem, Jawa Tengah.

Kiai Imjaz juga menyebut KH Miftachul Akhyar pernah mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki ketika ulama tersebut masih mengajar di Indonesia.

Salah satu guru penting dalam perjalanan keilmuan KH Miftachul Akhyar, menurut Kiai Imjaz, adalah KH Mashduqi Lasem.

“Kiai Miftah itu santri sekaligus menantu gurunya di Lasem. Ini menjadi penegasan bagaimana kedalaman ilmu agama beliau, karena tidak mungkin Kiai Mashduqi menjadikan santrinya sebagai mantu bila tidak alim,” kata Kiai Imjaz.

Kiai Imjaz juga menyebut KH Miftachul Akhyar masih menjalankan pengajian kitab secara rutin. Salah satunya pengajian Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari yang disebut digelar setiap Jumat setelah salat Jumat.

Di lingkungan NU, Kiai Imjaz menyebut perjalanan KH Miftachul Akhyar berlangsung panjang. Ia menyebut KH Miftachul Akhyar aktif dalam struktur Syuriyah NU Surabaya sejak akhir 1970-an, kemudian menjadi Rais Syuriyah PCNU Surabaya pada 2000, Rais PWNU Jawa Timur pada 2007–2015, Wakil Rais Aam PBNU sejak 2015, dan Rais Aam PBNU sejak 2018 hingga kini.

“Kombinasi antara kealiman Kiai Miftah yang ditempa dari pesantren-pesantren besar seperti Tambakberas, Sidogiri, hingga Lasem, dengan ketegasan prinsipnya yang kokoh hasil proses panjang dari perjalanan aktivisme berorganisasi di NU, adalah berkah terbesar bagi PBNU saat ini,” papar Kiai Imjaz.

Jangan Terjebak Informasi yang Belum Terverifikasi

Kiai Imjaz kemudian mengajak warga NU tidak menjadikan perbedaan pasca-Muktamar sebagai alasan untuk saling mencaci, memfitnah, atau merendahkan sesama Nahdliyin.

Ia meminta setiap informasi yang beredar, terutama terkait ulama dan organisasi, terlebih dahulu diklarifikasi melalui tabayun.

“Saya telah mendengar, membaca, dan mengikuti secara langsung dengan saksama. Oleh karenanya, jangan karena Muktamar kemudian saling mencaci, memfitnah, dan menjatuhkan kehormatan ulama satu sama lain, apalagi kepada sosok Rais Aam PBNU,” urainya.

Kiai Imjaz juga mengingatkan warga NU agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Kadang-kadang kita ini menjelekkan orang, enggak tahu faktanya. Jadi, seandainya saya tidak paham, saya memilih diam. Saya ngomong apa adanya tentang Rais Aam,” jelasnya.

Menurut Kiai Imjaz, narasi yang berkembang tanpa verifikasi dapat membentuk persepsi publik dan berpotensi memperlebar perbedaan di internal NU.

“Faktanya banyak framing yang dilakukan pihak tertentu. Jika kita malah terjebak dan menjadi penyebar framing tersebut, itu ibarat menepuk air di dulang, terpercik kita sendiri. Kita justru menjadi pihak yang mendegradasi NU itu sendiri,” katanya.

Rekonsiliasi untuk Menatap Abad Kedua

Kiai Imjaz menilai perbedaan pandangan setelah Muktamar merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, menurutnya, energi tersebut perlu diarahkan menjadi kolaborasi untuk memperkuat khidmah NU kepada umat.

Ia juga menilai kepemimpinan KH Miftachul Akhyar menunjukkan pentingnya ketenangan dan kesabaran dalam menghadapi dinamika organisasi.

“KH Miftachul Akhyar menunjukkan teladan kesabaran dan kepemimpinan yang tenang dan tegas dalam menyampaikan setiap aspirasi dan sikap organisasi serta menghadapi berbagai persoalan organisasi dengan kepala dingin tanpa emosi,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Kiai Imjaz mengajak para ulama dan warga Nahdliyin kembali memperkuat persatuan setelah dinamika Muktamar ke-35 NU.

“Sudah tiba saatnya para ulama bangkit dan bersatu kembali. Mengisi khidmah utama jam’iyyah untuk umat. Mengarungi abad kedua dengan akar perjuangan pendahulu, penuh keikhlasan, memperkuat profesionalisme organisasi dalam bingkai kepemimpinan kolaboratif, di bawah komando Rais Aam PBNU,” pungkas Kiai Imjaz.

Forum tersebut menempatkan rekonsiliasi dan ukhuwah sebagai agenda penting pasca-Muktamar, dengan penekanan pada tabayun, penghormatan terhadap ulama, serta penguatan kembali khidmah NU kepada masyarakat.

(WLYMSN)

Tags: Imam JazuliImam Jazuli FoundationKH Miftachul AkhyarKiai ImjazKiai MiftachRais Aam PBNU
Share228Tweet143SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kunjungan Sayyidil Habib Umar bin Hafidz ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Nasional

Habib Umar bin Hafidz Kunjungi Kantor PBNU

by liputan9news
October 13, 2026
0

Kunjungan Sayyidil Habib Umar bin Hafidz ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Read more
Gus Lilur Terus Ungkap Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Terus Ungkap Dugaan Suap Muktamar NU

October 11, 2026
KH. Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031.(Foto: Liputan9news/MSN)

Rais Aam PBNU Ingatkan Bahaya Topeng Akhir Zaman

October 9, 2026
KH Imam Jazuli, Lc., MA Pimpinan Ponpes BIMA Cirebon dan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

Kiai Imjaz: Ketegasan Kiai Miftach Berpijak pada Konstitusi NU

October 7, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In