SURABAYA | LIPUTAN9.id
Memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum PNIB Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal menegaskan, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat pentingnya semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.
Menurutnya, masyarakat berhak menyampaikan aspirasi secara kritis dan lantang. Namun, kebebasan tersebut harus tetap disertai tanggung jawab, menjaga ketertiban, serta menghormati hak masyarakat lainnya.
Gus Wal juga mengingatkan agar fasilitas publik tidak dirusak karena dibangun dari uang rakyat dan digunakan untuk kepentingan bersama.
Ia menilai, keberhasilan gerakan mahasiswa, buruh, pemuda, dan masyarakat tidak hanya diukur dari lantangnya suara, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi bangsa dan negara.
PNIB mengajak masyarakat mengawal setiap gerakan aspirasi agar tidak ditunggangi provokasi yang berujung pada tindakan anarkis maupun upaya memecah belah persatuan.
“Jangan biarkan perjuangan suci mahasiswa, buruh, dan pemuda dirusak oleh provokasi dan tindakan anarkis. Kita boleh berbeda pendapat, boleh mengkritik pemerintah dengan keras, tetapi jangan sampai merusak fasilitas publik, menyakiti sesama, atau mengorbankan persatuan bangsa. Merawat Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama,” uajar Gus Wal dalam keterangan, Rabu (28/10/2026).
PNIB juga menyerukan perlawanan terhadap korupsi, intoleransi, radikalisme, terorisme, anarkisme, penyalahgunaan narkoba, dan perjudian online. Gus Wal menegaskan, peringatan Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui perjuangan yang damai, berani, kritis, dan bertanggung jawab.
“Momentum Sumpah Pemuda yang ke-98 tahun ini harus dimaknai sebagai semangat perlawanan melawan korupsi, intoleransi, khilafah, terorisme, radikalisme, anarkisme, premanisme dalam bentuk apa pun,” pungkas Gus Wal.

























