• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

October 30, 2026
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Sejumlah posisi strategis di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian. (Foto: Humas Mabes Polri)

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

November 3, 2026
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir (Foto: Dok. Polri)

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan di Mako Brimob, Polri Belum Beri Keterangan

November 3, 2026
Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

November 3, 2026
Kecerdasan Buatan di Bank Syariah: Tinjauan Prinsip Muamalah terhadap Layanan Perbankan Digital

Kecerdasan Buatan di Bank Syariah: Tinjauan Prinsip Muamalah terhadap Layanan Perbankan Digital

November 3, 2026
Umar Faruq

DPP IKAP2S Indonesia Desak Kapolri Suyudi Ario Seto Copot Kapolda Jawa Tengah dan Dir Intelkam: Jangan Biarkan Pesantren Menjadi Korban Penegakan Hukum yang Ddiduga Melanggar Prosedur

November 3, 2026
Kiai Cholil Nafis: Ulama Harus Kelola Perbedaan dalam Ukhuwah

Kiai Cholil Nafis: Ulama Harus Kelola Perbedaan dalam Ukhuwah

November 2, 2026
AKBP Andika Dharma Sena (Sumber Foto: X @khanifirsyad)

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Pesantren

November 2, 2026
Propam Audit Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Pakar: Bukti Keterbukaan Kapolri

Propam Audit Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Pakar: Bukti Keterbukaan Kapolri

November 2, 2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama

Kemenag Kawal Pemulihan dan Pendidikan Siswa Rumah Tahfiz Hamalatul Qur’an

November 2, 2026
UMAR FARUQ, Ketua Umum DPP IKAP2S INDONESIA

Ketum IKAP2S Indonesia Minta Kapolri Klarifikasi Penggerbekan Ponpes di Jwawa Tengah: Buktikan Visi-Misi POLRI bukan Sekedar Pencitraan

November 2, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, November 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

Tiga Tokoh Muda Sulteng Soroti Lapangan Kerja, Tantangan AI, hingga Pentingnya Keterlibatan Pemuda dalam Politik

liputan9news by liputan9news
October 30, 2026
in Nasional
A A
0
Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman? (Foto: ALW/MSN)

517
SHARES
1.5k
VIEWS

PALU | LIPUTAN9NEWS
Bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut juga menyimpan tantangan serius apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan lapangan kerja, serta kemampuan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Dialog Kepemudaan bertema “Bonus Demografi, Tantangan Pemuda Kini dan Akan Datang” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, di Cafe Aswaja, Simpang Lima Silae, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dialog yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme itu menghadirkan tiga narasumber dari kalangan tokoh muda lintas organisasi dan keilmuan, yakni Yahdi Basma, SH, mantan Ketua KNPI Sulawesi Tengah; Dr. Nasaruddin Abd Kadir, M.Si, aktivis sekaligus tokoh muda NU Sulteng; serta Sadiq Alhabsy, M.A.Hum, akademisi dan tokoh muda Alkhairaat.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Rafik Al-Amri, yang turut hadir mengikuti jalannya dialog.

BeritaTerkait:

Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa

Putri Khairunnisa Tegaskan Peran Strategis Pemuda dalam Mengawal Pembangunan Nasional

Abd. Aziz: Jangan Biarkan Korupsi Menjajah Indonesia

PNIB: Sumpah Pemuda Momentum Jaga Persatuan dan Lawan Korupsi

Dalam forum itu, para narasumber mengingatkan bahwa besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis menjadi keuntungan apabila pemuda tidak memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Lapangan Kerja Menjadi Persoalan Serius

Mantan Ketua KNPI Sulteng, Yahdi Basma, menyoroti ketimpangan antara jumlah lulusan pendidikan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, setiap tahun ribuan lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Namun, pertumbuhan lapangan pekerjaan belum mampu mengimbangi jumlah pencari kerja yang terus bertambah.

“Masalah kita bukan kekurangan orang pintar, tapi lapangan kerja yang tidak tersedia. Negara harus hadir menciptakan ekosistem wirausaha, bukan hanya mencetak pencari kerja,” tegas Yahdi.

Ia menekankan pentingnya peran negara dalam membangun ekosistem yang memungkinkan generasi muda tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja baru.

Senada dengan itu, Sadiq Alhabsy menjelaskan bahwa persoalan pemuda tidak berhenti pada terbatasnya kesempatan kerja. Lapangan pekerjaan yang tersedia pun kerap sulit diakses karena dunia industri membutuhkan keterampilan dan pengalaman yang belum sepenuhnya diperoleh melalui pendidikan formal.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

AI Mengubah Dunia, Empati Jangan Sampai Hilang

Sementara itu, Dr. Nasaruddin Abd Kadir mengingatkan bahwa generasi muda sedang menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, kecerdasan buatan bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Karena itu, pemuda dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal.

“AI bukan lagi masa depan, tapi sudah masa kini. Jika pemuda tidak adaptif, kita akan tergantikan,” ujarnya.

Selain tantangan teknologi, Nasaruddin juga menyoroti persoalan sosial yang tidak kalah penting, yakni mulai lunturnya empati dan solidaritas di tengah masyarakat.

Ia menilai kemajuan pembangunan yang terlalu berorientasi pada aspek material berpotensi mendorong tumbuhnya sikap individualistis dan apatis di kalangan generasi muda.

Padahal, menurutnya, pemuda tidak cukup hanya unggul secara intelektual dan teknologi. Mereka juga harus memiliki kepedulian sosial, kepekaan terhadap persoalan masyarakat, serta semangat gotong royong.

Nasaruddin turut mengingatkan bahaya disrupsi informasi yang membuat berita bohong atau hoaks dapat diterima sebagai kebenaran ketika terus-menerus disebarkan dan diviralkan.

“Pemuda harus jadi filter, bukan jadi penyebar hoaks,” pesannya.

Pemuda Jangan Alergi Politik

Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut adalah keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik.

Para narasumber sepakat bahwa pemuda tidak seharusnya bersikap alergi atau antipati terhadap politik. Sebaliknya, generasi muda perlu mengambil bagian dalam ruang-ruang politik dengan membawa gagasan, idealisme, dan kepentingan masyarakat.

Politik, dalam perspektif dialog tersebut, merupakan salah satu sarana untuk memperjuangkan aspirasi dan mendorong perubahan sosial.

Karena itu, pemuda didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat secara kritis dan bertanggung jawab dalam menentukan arah pembangunan.

Ijazah Bukan Satu-satunya Penentu Kesuksesan

Menutup pembahasan, dialog juga menyoroti pentingnya kemampuan nonteknis atau soft skill sebagai bekal menghadapi persaingan masa depan.

Menurut Dr. Nasaruddin, kesuksesan generasi muda tidak cukup hanya bertumpu pada ijazah atau capaian akademik. Kemampuan membangun jaringan, membaca peluang, berkomunikasi, serta mengelola kecerdasan emosional menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika kehidupan.

“Jaringan dan relasi yang luas, kemampuan membaca dan menangkap peluang dengan cepat, serta kecerdasan emosional, itu yang lebih menentukan masa depan pemuda hari ini,” tutup Nasaruddin, yang juga dikenal sebagai tokoh muda NU Sulawesi Tengah.

Menyiapkan Pemuda Menyongsong Indonesia Emas 2045

Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Rafik Al-Amri, mengapresiasi penyelenggaraan dialog kepemudaan tersebut.

Ia berharap forum-forum diskusi yang melibatkan berbagai elemen generasi muda terus digalakkan sebagai ruang bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan mematangkan peran pemuda dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Dialog ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bonus demografi tidak cukup disambut dengan optimisme. Diperlukan kesiapan, kompetensi, keberanian berinovasi, serta kepedulian sosial agar generasi muda benar-benar mampu mengambil peran strategis.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, dilanjutkan foto bersama narasumber dan seluruh peserta.

Semangat Sumpah Pemuda pun kembali diteguhkan: generasi muda tidak hanya dituntut menjadi penerus bangsa, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak perubahan dan bagian dari solusi bagi masa depan Indonesia.

(ALW/MSN)

Tags: DialogKepemudaanSumpah PemudaTokoh Muda
Share207Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Foto: Ilustrasi
Khutbah

Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa

by liputan9news
October 30, 2026
0

Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa

Read more
Putri Khairunnisa

Putri Khairunnisa Tegaskan Peran Strategis Pemuda dalam Mengawal Pembangunan Nasional

October 29, 2026
Abd. Aziz

Abd. Aziz: Jangan Biarkan Korupsi Menjajah Indonesia

October 29, 2026
PNIB: Sumpah Pemuda Momentum Jaga Persatuan dan Lawan Korupsi

PNIB: Sumpah Pemuda Momentum Jaga Persatuan dan Lawan Korupsi

October 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Sejumlah posisi strategis di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian. (Foto: Humas Mabes Polri)

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

November 3, 2026
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir (Foto: Dok. Polri)

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan di Mako Brimob, Polri Belum Beri Keterangan

November 3, 2026
Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

November 3, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In