• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Abd. Aziz

Abd. Aziz: Jangan Biarkan Korupsi Menjajah Indonesia

October 29, 2026
Kapolda Metro Jaya Rotasi Kapolsek hingga Kasat, Ini Daftarnya

Kapolda Metro Jaya Rotasi Kapolsek hingga Kasat, Ini Daftarnya

November 3, 2026
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Sejumlah posisi strategis di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian. (Foto: Humas Mabes Polri)

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

November 3, 2026
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir (Foto: Dok. Polri)

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan di Mako Brimob, Polri Belum Beri Keterangan

November 3, 2026
Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

November 3, 2026
Kecerdasan Buatan di Bank Syariah: Tinjauan Prinsip Muamalah terhadap Layanan Perbankan Digital

Kecerdasan Buatan di Bank Syariah: Tinjauan Prinsip Muamalah terhadap Layanan Perbankan Digital

November 3, 2026
Umar Faruq

DPP IKAP2S Indonesia Desak Kapolri Suyudi Ario Seto Copot Kapolda Jawa Tengah dan Dir Intelkam: Jangan Biarkan Pesantren Menjadi Korban Penegakan Hukum yang Ddiduga Melanggar Prosedur

November 3, 2026
Kiai Cholil Nafis: Ulama Harus Kelola Perbedaan dalam Ukhuwah

Kiai Cholil Nafis: Ulama Harus Kelola Perbedaan dalam Ukhuwah

November 2, 2026
AKBP Andika Dharma Sena (Sumber Foto: X @khanifirsyad)

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Pesantren

November 2, 2026
Propam Audit Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Pakar: Bukti Keterbukaan Kapolri

Propam Audit Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Pakar: Bukti Keterbukaan Kapolri

November 2, 2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama

Kemenag Kawal Pemulihan dan Pendidikan Siswa Rumah Tahfiz Hamalatul Qur’an

November 2, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, November 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Abd. Aziz: Jangan Biarkan Korupsi Menjajah Indonesia

Ketua Umum DPP GMPK mengajak seluruh elemen bangsa bersatu melawan korupsi, mengawal penegakan hukum, dan memastikan jabatan publik tidak menjadi tameng penyalahgunaan kekuasaan.

liputan9news by liputan9news
October 29, 2026
in Nasional
A A
0
Abd. Aziz

Abd. Aziz, sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, dan Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU)

498
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada seremoni dan penghormatan terhadap sejarah. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus diwujudkan melalui perjuangan nyata menjaga Indonesia dari korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pesan tersebut disampaikan Abd. Aziz, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPP GMPK), dalam pernyataan tertulis bertajuk “Merdeka dari Korupsi, Bersatu Menjaga Negeri” untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026.

Abd. Aziz yang juga Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU), serta praktisi hukum, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari korupsi, kesewenang-wenangan, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Menurut dia, sebuah bangsa dapat kehilangan makna kemerdekaannya ketika hukum kehilangan keberanian dan kekuasaan tidak lagi dibatasi oleh aturan.

BeritaTerkait:

Wakil Rais Aam PBNU dan Praktisi Hukum Sulam Gagasan Keadilan Berkeadaban

Abd. Aziz Sentil DPR: Jangan Bungkam Hadapi Putusan MA Soal Suket Gibran

Secangkir Kopi Bersama Menag Nasaruddin Umar, Abd. Aziz Bicara Masa Depan Bangsa

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

“Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 28 Oktober. Ia merupakan ikrar moral tentang keberanian menyatukan perbedaan demi Indonesia,” ujar Abd. Aziz dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).

Ia mengajak generasi sekarang mewarisi keberanian para pemuda 1928 dengan menjadikan persatuan sebagai kekuatan bersama untuk menghadapi korupsi yang mengancam masa depan bangsa.

Korupsi Merampas Hak dan Masa Depan Rakyat

Abd. Aziz menilai korupsi bukan semata-mata persoalan hilangnya uang negara. Praktik tersebut juga berdampak pada rusaknya kepercayaan publik, melemahnya institusi, tercederainya keadilan, dan terkikisnya wibawa hukum.

Ketika korupsi dibiarkan, kata dia, masyarakat turut kehilangan hak atas pelayanan publik yang layak, kesejahteraan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik.

Karena itu, GMPK memandang pemberantasan korupsi sebagai bentuk aktualisasi semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Persatuan, menurut Abd. Aziz, tidak boleh hanya menjadi simbol untuk mengenang perjuangan masa lalu. Persatuan harus menjadi energi untuk melawan korupsi, kolusi, nepotisme, politik transaksional, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pemberantasan korupsi semakin kompleks ketika kekuasaan bertemu dengan uang, jaringan politik, dan akses terhadap institusi negara.

“Pertanyaan mendasarnya sederhana tetapi menentukan: apakah kekuasaan tunduk kepada hukum, atau hukum justru dibungkukkan oleh kekuasaan?” terangnya.

Jabatan Bukan Tameng Hukum

Selanjutnya, Abd. Aziz menegaskan bahwa jabatan publik tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk memperoleh perlakuan istimewa di hadapan hukum.

Menurut dia, kekuasaan bukan kekebalan, jabatan bukan kehormatan tanpa pertanggungjawaban, dan kedekatan politik bukan tiket menuju impunitas.

Setiap pejabat publik, lanjutnya, merupakan pemegang amanat rakyat. Oleh sebab itu, semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab moral dan hukum yang harus dipenuhi.

Abd. Aziz turut mengutip pemikiran Kofi Annan mengenai bahaya korupsi terhadap masyarakat, demokrasi, dan supremasi hukum. Ia juga mengaitkan perjuangan melawan korupsi dengan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, martabat manusia, dan kesempatan hidup yang lebih baik yang tercermin dalam perjuangan Nelson Mandela.

Bagi Abd. Aziz, kemerdekaan politik Indonesia harus diikuti dengan upaya berkelanjutan membangun pemerintahan yang bersih, penegakan hukum yang adil, demokrasi yang sehat, dan kesejahteraan yang merata.

“Dengan demikian, pemberantasan korupsi bukan hanya agenda aparat penegak hukum, melainkan bagian dari perjuangan menjaga martabat republik,” jelasnya.

Dorong Pemerintahan Bersih dan Penegakan Hukum Adil

Lebih lanjut, Abd. Aziz mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk terus memperkuat agenda pemberantasan korupsi dengan memastikan hukum berlaku adil tanpa perlakuan istimewa.

Ia menilai pemerintahan yang kuat bukanlah pemerintahan yang menutup diri dari kritik, melainkan pemerintahan yang memastikan setiap dugaan penyalahgunaan kekuasaan diperiksa berdasarkan hukum dan alat bukti.

“Aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional, independen, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas Aziz.

Penanganan perkara korupsi juga tidak boleh berhenti pada pihak yang paling mudah dijangkau. Apabila terdapat bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain, termasuk mereka yang memiliki kewenangan lebih tinggi, penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif tanpa tekanan kepentingan.

Abd. Aziz mengingatkan bahwa korupsi dapat melibatkan rangkaian kepentingan, persekongkolan, transaksi politik, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, pengungkapan perkara perlu menelusuri bagaimana keputusan dibuat, siapa yang memperoleh keuntungan, bagaimana aliran dana berlangsung, serta apakah terdapat pihak yang menggunakan kekuasaan untuk memfasilitasi terjadinya korupsi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap dugaan harus tetap diperlakukan sebagai dugaan sampai terbukti melalui proses hukum yang sah dan berkeadilan.

Serukan Seluruh Jajaran GMPK Bergerak

Kemudian, dalam pernyataan tertulisnya, Abd. Aziz secara khusus menyerukan kepada seluruh jajaran GMPK, mulai dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), hingga Dewan Pengurus Daerah (DPD) kabupaten/kota di seluruh Indonesia, agar aktif menjalankan fungsi pengawasan masyarakat.

Ia meminta para pengurus tidak diam ketika menemukan informasi mengenai dugaan tindak pidana korupsi. Namun, setiap langkah harus dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, data, dan informasi yang dapat diverifikasi.

“Berbicaralah, menulislah, dan bergeraklah. Jadikan keberanian menyuarakan dugaan korupsi sebagai tanggung jawab moral kepada rakyat, tetapi lakukan dengan kehati-hatian, berdasarkan fakta, data, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” serunya.

Ia meminta apabila ditemukan dugaan korupsi yang melibatkan oknum di lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif, informasi tersebut tidak berhenti sebagai percakapan di tengah masyarakat.

GMPK, menurut dia, harus mendorong pengumpulan fakta, pengkajian secara objektif, pendokumentasian informasi, pelaporan melalui mekanisme hukum kepada lembaga berwenang, serta pengawalan prosesnya secara konstitusional.

Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak membuat tuduhan tanpa dasar, tidak memvonis seseorang sebelum proses hukum selesai, dan tidak menjadikan isu korupsi sebagai alat untuk kepentingan pribadi, politik, maupun transaksi tertentu.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Abd. Aziz meminta seluruh jajaran GMPK menerapkan budaya “temukan, kaji, dokumentasikan, laporkan, dan kawal.”

Hematnya, GMPK tidak boleh sekadar menjadi organisasi yang menyuarakan pemberantasan korupsi. Organisasi tersebut harus mampu mengubah kepedulian masyarakat menjadi gerakan nyata, informasi menjadi laporan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta laporan menjadi pengawasan publik yang berintegritas.

Pemuda Harus Menjadi Kekuatan Moral Bangsa

Lebih jauh, Abd. Aziz mengajak pemuda Indonesia mengambil peran sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam menjaga masa depan bangsa.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak menganggap korupsi sebagai sesuatu yang biasa, terlebih membenarkannya hanya karena dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan atau pengaruh.

Menurut dia, kritik terhadap pemerintah bukan berarti membenci negara. Begitu pula pengawasan terhadap pejabat bukanlah permusuhan terhadap kekuasaan. Sebaliknya, keduanya merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Ia menegaskan bahwa persatuan tidak seharusnya digunakan untuk melindungi penyimpangan atau membungkam kritik. Persatuan justru harus menjadi kekuatan untuk menyelamatkan negara dari penyalahgunaan kekuasaan.

“Persatuan bukan untuk melindungi penyimpangan, melainkan untuk menyelamatkan negara dari penyalahgunaan kekuasaan. Persatuan bukan untuk membungkam kritik, melainkan untuk memastikan suara rakyat tetap menjadi kekuatan moral dalam kehidupan demokrasi,” tulis Aziz dalam pernyataannya.

Abd. Aziz berharap semangat Sumpah Pemuda terus menjadi kompas moral bagi generasi Indonesia dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat integritas, dan memperjuangkan keadilan.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan bahwa kemerdekaan tidak cukup diwarisi, tetapi harus terus dirawat melalui kejujuran, keberanian, dan penegakan hukum.

“Negeri ini tidak membutuhkan generasi yang hanya mewarisi kemerdekaan, melainkan generasi yang mampu merawatnya dengan kejujuran, keberanian, dan keadilan,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan untuk melawan korupsi dan menjaga Indonesia agar tetap berdiri di atas prinsip keadilan, integritas, serta supremasi hukum.

(Abd/MSn)

Tags: Abd. AzizDPP GMPKKalam NUKekuasaanKorupsiPenguasaSumpah Pemuda
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Wakil Rais Aam PBNU dan Praktisi Hukum Sulam Gagasan Keadilan Berkeadaban
Nasional

Wakil Rais Aam PBNU dan Praktisi Hukum Sulam Gagasan Keadilan Berkeadaban

by liputan9news
November 1, 2026
0

Wakil Rais Aam PBNU dan Praktisi Hukum Sulam Gagasan Keadilan Berkeadaban

Read more
Abd. Aziz

Abd. Aziz Sentil DPR: Jangan Bungkam Hadapi Putusan MA Soal Suket Gibran

October 31, 2026
Secangkir Kopi Bersama Menag Nasaruddin Umar, Abd. Aziz Bicara Masa Depan Bangsa

Secangkir Kopi Bersama Menag Nasaruddin Umar, Abd. Aziz Bicara Masa Depan Bangsa

October 30, 2026
Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

October 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Kapolda Metro Jaya Rotasi Kapolsek hingga Kasat, Ini Daftarnya

Kapolda Metro Jaya Rotasi Kapolsek hingga Kasat, Ini Daftarnya

November 3, 2026
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Sejumlah posisi strategis di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian. (Foto: Humas Mabes Polri)

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

November 3, 2026
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir (Foto: Dok. Polri)

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan di Mako Brimob, Polri Belum Beri Keterangan

November 3, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In