• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa

October 30, 2026
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Sejumlah posisi strategis di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian. (Foto: Humas Mabes Polri)

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

November 3, 2026
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir (Foto: Dok. Polri)

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan di Mako Brimob, Polri Belum Beri Keterangan

November 3, 2026
Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

November 3, 2026
Kecerdasan Buatan di Bank Syariah: Tinjauan Prinsip Muamalah terhadap Layanan Perbankan Digital

Kecerdasan Buatan di Bank Syariah: Tinjauan Prinsip Muamalah terhadap Layanan Perbankan Digital

November 3, 2026
Umar Faruq

DPP IKAP2S Indonesia Desak Kapolri Suyudi Ario Seto Copot Kapolda Jawa Tengah dan Dir Intelkam: Jangan Biarkan Pesantren Menjadi Korban Penegakan Hukum yang Ddiduga Melanggar Prosedur

November 3, 2026
Kiai Cholil Nafis: Ulama Harus Kelola Perbedaan dalam Ukhuwah

Kiai Cholil Nafis: Ulama Harus Kelola Perbedaan dalam Ukhuwah

November 2, 2026
AKBP Andika Dharma Sena (Sumber Foto: X @khanifirsyad)

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Pesantren

November 2, 2026
Propam Audit Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Pakar: Bukti Keterbukaan Kapolri

Propam Audit Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Pakar: Bukti Keterbukaan Kapolri

November 2, 2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama

Kemenag Kawal Pemulihan dan Pendidikan Siswa Rumah Tahfiz Hamalatul Qur’an

November 2, 2026
UMAR FARUQ, Ketua Umum DPP IKAP2S INDONESIA

Ketum IKAP2S Indonesia Minta Kapolri Klarifikasi Penggerbekan Ponpes di Jwawa Tengah: Buktikan Visi-Misi POLRI bukan Sekedar Pencitraan

November 2, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, November 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Khutbah

Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa

M. Syarofuddin Firdaus

liputan9news by liputan9news
October 30, 2026
in Khutbah
A A
0
Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

497
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Bila melihat anak-anak muda di media sosial, yang dikenal dengan Gen-Z cukup aktif dalam merespon persoalan-persoalan publik yang sedang ramai. Mereka turut berpartisipasi dalam menyuarakan sikap-sikap kritis atas kebijakan publik yang dicetuskan pemerintah yang dinilai bermasalah dan tidak mendatangkan kemaslahatan bersama. Dalam konteks itu, beserta momen memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, khutbah Jumat mengusung: ‘Semangat Sumpah Pemuda dalam Kepedulian terhadap Persoalan Bangsa.’

Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini dalam bentuk PDF, silakan klik tautan dikahir materi khutbah ini.

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ شَرَّفَ الأَنَاَمَ بِصَاحِبِ الْمَقَامِ الأعْلَى. وَكَمَّلَ السُّعُوْدَ بِأَكْرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أنْ لاإلهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِالْحُجَّةٍ الَبَالِغَةِ وَحُسْنِ الْبَيَانِ. أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أًوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Khatib tidak pernah bosan mengingatkan sekaligus mengajak untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Ketakwaan di sini tidak hanya dalam masalah ibadah mahdhah antara hamba dan Tuhannya, melainkan juga meliputi ibadah sosial dalam bersikap dan bermuamalah antar sesama.

Di antara sikap yang dapat dikategorikan sebagai ibadah sosial itu adalah mendukung dan mengapresiasi antar sesama dalam kebaikan, termasuk mengenai saling mengingatkan dalam masalah kebaikan (tawashaw bil haq).

BeritaTerkait:

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

Putri Khairunnisa Tegaskan Peran Strategis Pemuda dalam Mengawal Pembangunan Nasional

Abd. Aziz: Jangan Biarkan Korupsi Menjajah Indonesia

PNIB: Sumpah Pemuda Momentum Jaga Persatuan dan Lawan Korupsi

Dalam konteks itu, belakangan ini kita melihat sekelompok anak muda yang dengan lantang dan tidak gentar menyuarakan sikap-sikap kritis atas isu-isu publik yang sedang ramai. Hal ini mengingatkan pada momen bersejarah bangsa ini, yaitu 28 Oktober 1928 lahirnya Sumpah Pemuda sebagai komitmen sekaligus kesadaran kaum terpelajar untuk bersatu dalam melawan penjajahan.

Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran para pemuda yang melampaui perbedaan daerah, bahasa, dan latar belakang demi cita-cita bersama. Mereka tidak memilih untuk berdiam diri ketika masa depan bangsa sedang dipertaruhkan. Mereka hadir, berpikir, berdialog, dan menyatakan komitmen untuk membangun negara ini.

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Sejak saat itu, setiap tanggal 28 Oktober bangsa ini mengadakan peringatan yang disebut Hari Sumpah Pemuda. Maka agar tidak sekedar formalitas belaka dalam memperingatinya, kita juga perlu melakukan aktualisasi dalam meniru jejak semangat kaum muda zaman itu.

Bentuk perjuangan generasi muda tentu berbeda dengan para pemuda pada 1928. Mereka kini hidup di tengah persoalan pendidikan, lingkungan, lapangan pekerjaan, korupsi, ketimpangan sosial, serta berbagai kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Ketika anak muda menyampaikan aspirasi, mengkritik kebijakan, menggalang kepedulian sosial, atau mengajak masyarakat membicarakan persoalan bersama, kehadiran mereka patut diapresiasi sebagai tanda bahwa kepedulian terhadap bangsa masih tumbuh.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk bersikap acuh terhadap keadaan di sekitarnya. Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

Syekh Ibnu ‘Asyur di dalam at-Tahrir wat Tanwir (Tunisia: al-Dar al-Tunisiyah, 1984) juz 4 hal. 38 mengatakan bahwa dengan metode qiyas (analogi) menjadi jelas kalau setiap generasi ada sebagian kelompok yang memiliki kewajiban untuk melakukan seruan itu agar petunjuk atau ajaran agama ini tidak menjadi sirna.

Maka, meski ayat ini meski diturunkan kepada para sahabat Nabi sebagai lawan bicaranya untuk melakukan ajakan tersebut, namun ajakan itu tidak terbatas pada generasi itu saja. Sebab ayat ini bersifat universal, yang mana ayat itu mengajarkan pentingnya menghadirkan kepedulian terhadap kebaikan bersama.

Menyeru kepada kebaikan tidak terbatas pada nasihat di mimbar atau kegiatan keagamaan. Kepedulian juga dapat diwujudkan melalui perhatian terhadap pendidikan yang layak, lingkungan yang sehat, pelayanan publik yang adil, serta kebijakan yang melindungi kepentingan masyarakat. Dalam hal ini, keterlibatan anak muda dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperbaiki kehidupan bangsa.

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Karena itu, kita tidak semestinya terburu-buru menganggap anak muda yang kritis sebagai generasi yang suka membantah atau tidak tahu berterima kasih. Kritik terhadap sebuah kebijakan tidak selalu berarti kebencian terhadap negara.

Justru, ketika disampaikan dengan alasan yang kuat dan niat memperbaiki keadaan, kritik dapat menjadi wujud kecintaan kepada bangsa. Persatuan bukan berarti semua orang harus selalu sepakat, melainkan kesediaan untuk mengelola perbedaan demi kepentingan bersama.

Kita mesti mengingat sebuah adagium:

شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ

Artinya, “Pemuda hari ini akan menjadi pemimpin masa depan.”

Ungkapan yang khatib sampaikan tadi hendak menegaskan bahwa anak muda merupakan generasi yang akan melanjutkan keberlangsungan peradaban manusia, termasuk dalam berbangsa dan bernegara.

Maka dari itu, sudah sepatutnya anak muda mengetahui dan update terhadap apa yang sedang terjadi di negerinya, bagaimana kebijakan-kebijakan publik yang dicetuskan pemerintah mengandung maslahat bersama atau segelintir golongan saja.

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Nabi Muhammad Saw sendiri juga sudah mengingatkan di dalam sabdanya:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

Artinya: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Hadits tadi juga mengingatkan bahwa menghadapi keburukan membutuhkan kepedulian dan tindakan sesuai kemampuan serta tanggung jawab masing-masing.

Dalam kehidupan publik, kepedulian dapat diwujudkan melalui penyampaian aspirasi, diskusi berbasis data, pengawasan masyarakat, kegiatan sosial, dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Tentu, semua itu perlu dilakukan dengan memperhatikan hukum, keselamatan, kejujuran, serta penghormatan terhadap hak orang lain.

Dengan demikian, ajakan Nabi untuk mengubah keadaan yang mungkar tidak dilakukan secara serampangan. Melakukan itu tetap harus memperhatikan aspek-aspek lain sehingga tidak menimbulkan mudarat atau masalah baru.

Selain itu, mengubah kemungkaran juga mesti dilakukan dengan berdasarkan data dan info yang valid. Maka dalam konteks menyikapi kebijakan-kebijakan publik, sebelum mengkritisinya maka harus memverifikasi kalau berita tersebut memang benar adanya, bukan hoaks.

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Hanya saja, mengapresiasi anak muda bukan berarti membenarkan setiap tindakan mereka tanpa pertimbangan. Anak muda pun perlu terus belajar memilah informasi, memeriksa kebenaran berita, menyampaikan kritik tanpa fitnah, dan menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.

Sejatinya keberanian itu masih perlu disertai kebijaksanaan, idealisme perlu disertai pengetahuan, dan semangat perubahan perlu disertai tanggung jawab. Pada saat yang sama, generasi yang lebih tua perlu menyediakan ruang dialog, mendengarkan aspirasi, dan membimbing tanpa meremehkan.

Jangan sampai pengalaman dijadikan alasan untuk membungkam gagasan baru, sebagaimana semangat muda juga tidak seharusnya menjadi alasan untuk menolak seluruh pengalaman generasi sebelumnya. Bangsa ini membutuhkan keduanya: keberanian untuk mengusulkan perubahan dan kebijaksanaan untuk mempertimbangkan akibatnya.

Melalui Hari Sumpah Pemuda momen itu mengajarkan bahwa masa depan Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Menghargai anak muda yang peduli terhadap persoalan publik berarti menjaga agar semangat persatuan tetap hidup, bukan hanya dalam upacara dan slogan, tetapi juga dalam keberanian memperjuangkan kebaikan bersama.

Pada saat itulah kita mengingat apa yang disampaikan sayyiduna Ali bin Abi Thalib sebagaimana disebutkan di dalam ‘Uyunul Akhbar (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1418), juz 2 hal 136 karya Ibnu Qutaibah:

قِيمَةُ كُلِّ امْرِئٍ مَا يُحْسِنُهُ

Artinya, “Nilai seseorang terletak pada apa yang dikuasai atau dikerjakannya dengan baik.”

Semoga Allah ta’ala membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berintegritas, dan peduli terhadap sesama. Semoga pula kita diberi kelapangan hati untuk mendengar, berdialog, dan bekerja bersama demi Indonesia yang lebih adil, damai, dan bermartabat.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

M. Syarofuddin Firdaus, Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

 

Tags: KhutbahSumpah Pemuda
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?
Nasional

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

by liputan9news
October 30, 2026
0

Dialog Kepemudaan di Palu: Bonus Demografi Jadi Peluang atau Ancaman?

Read more
Putri Khairunnisa

Putri Khairunnisa Tegaskan Peran Strategis Pemuda dalam Mengawal Pembangunan Nasional

October 29, 2026
Abd. Aziz

Abd. Aziz: Jangan Biarkan Korupsi Menjajah Indonesia

October 29, 2026
PNIB: Sumpah Pemuda Momentum Jaga Persatuan dan Lawan Korupsi

PNIB: Sumpah Pemuda Momentum Jaga Persatuan dan Lawan Korupsi

October 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026. Sejumlah posisi strategis di Markas Besar (Mabes) Polri hingga tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian. (Foto: Humas Mabes Polri)

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

November 3, 2026
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir (Foto: Dok. Polri)

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan di Mako Brimob, Polri Belum Beri Keterangan

November 3, 2026
Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Kemenag Buka Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

November 3, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In