JAMBI | LIPUTAN9NEWS
Dari Jambi, sebuah pesan besar kembali digaungkan untuk seluruh Nusantara. Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) menegaskan komitmennya untuk terus istiqamah mensyiarkan thariqah sebagai ruh spiritual Nahdlatul Ulama (NU) hingga ke setiap jengkal Tanah Air.
Komitmen itu diteguhkan melalui Pelantikan Idarah Wustho dan Syu’biyah JATMAN se-Provinsi Jambi, yang menjadi momentum penting penguatan gerakan thariqah sekaligus konsolidasi organisasi di wilayah Jambi.
Bukan sekadar pelantikan kepengurusan, agenda tersebut membawa pesan yang lebih besar: thariqah harus terus hidup, berkembang, dan membumi di tengah masyarakat Indonesia.
Pelantikan yang berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat juga menghadirkan simbol kuat tentang pentingnya harmoni antara kekuatan ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat.
Jajaran pimpinan JATMAN turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Mudir Aliyah JATMAN Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum. serta Sekretaris Umum KH. Dr. Ali Abdullah, M.A.
Kehadiran pimpinan JATMAN dalam penguatan organisasi di daerah menunjukkan bahwa gerakan thariqah tidak berhenti pada aktivitas spiritual yang bersifat personal.
Lebih dari itu, nilai-nilai tasawuf dan thariqah diharapkan mampu melahirkan manusia-manusia yang memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang kuat, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, thariqah memiliki posisi penting sebagai salah satu dimensi spiritual Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Karena itu, menjaga keberlangsungan thariqah berarti juga menjaga salah satu ruh penting perjalanan NU.
Penguatan Idarah Wustho dan Syu’biyah JATMAN di berbagai daerah menjadi bagian dari ikhtiar besar agar tradisi tasawuf yang diwariskan para ulama tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mudir Aliyah JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa JATMAN akan terus istiqamah dalam menjalankan misi besar mensyiarkan thariqah ke seluruh penjuru Indonesia.
“JATMAN istiqamah mensyiarkan thariqah sebagai ruh NU di setiap jengkal tanah air. Ditempatkannya kegiatan ini di Balai Pertemuan Kantor Bupati menunjukkan sekaligus menjadi bukti harmoni antara ulama dan umara.” ujar Kiai Ali Masykur Musa, Senin (07/09/2026)..
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa syiar thariqah tidak mengenal batas wilayah.
Dari pesantren ke masjid, dari majelis dzikir hingga ruang-ruang sosial masyarakat, JATMAN terus membawa nilai tasawuf agar semakin membumi dalam kehidupan umat.
Pelaksanaan kegiatan di lingkungan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat juga memiliki makna tersendiri.
Lokasi tersebut menjadi simbol bahwa ulama dan umara dapat berjalan berdampingan dalam semangat saling menghormati dan memperkuat demi menghadirkan kemaslahatan masyarakat.
Ulama memberikan arah moral dan spiritual, sementara umara memiliki tanggung jawab menjalankan tata kelola pemerintahan untuk kepentingan rakyat.
Sinergi keduanya menjadi penting ketika bangsa membutuhkan kekuatan moral sekaligus kebijakan yang berpihak kepada kehidupan masyarakat.
Harmoni ulama dan umara bukan berarti mencampuradukkan peran dan kewenangan. Namun, keduanya dapat saling menguatkan dalam menjalankan khidmah masing-masing.
Jambi kini menjadi salah satu titik penting dalam bentangan panjang gerakan JATMAN di Indonesia.
Pelantikan Idarah Wustho dan Syu’biyah bukan hanya tentang pengukuhan struktur organisasi, tetapi juga amanah untuk menghidupkan kembali semangat khidmah, memperkuat ukhuwah, dan menjaga mata rantai spiritual para pengamal thariqah.
Dengan kelembagaan yang semakin kuat, JATMAN diharapkan semakin mampu menjangkau masyarakat luas serta menghadirkan kontribusi nyata dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Pesan dari Jambi pun terdengar jelas, Thariqah harus terus hidup. Dzikir harus melahirkan akhlak. Akhlak harus melahirkan kedamaian. Dan dari kedamaian itulah lahir kekuatan untuk membangun bangsa.
JATMAN pun meneguhkan langkahnya untuk terus istiqamah. Dari Jambi hingga ke setiap jengkal Tanah Air, syiar thariqah sebagai ruh NU akan terus dikobarkan.

























