• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Khutbah Jumat: Shalat berjama'ah Adalah Bukti Nyata Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

Khutbah Jumat: Shalat berjama’ah Adalah Bukti Nyata Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

September 10, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Khutbah

Khutbah Jumat: Shalat berjama’ah Adalah Bukti Nyata Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

Oleh: Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag.

liputan9news by liputan9news
September 10, 2026
in Khutbah
A A
0
Khutbah Jumat: Shalat berjama'ah Adalah Bukti Nyata Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

Khutbah Jumat: Shalat berjama'ah Adalah Bukti Nyata Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

506
SHARES
1.4k
VIEWS

TANGERANG | LIPUTAN9NEWS
Naskah khutbah Jum’at dengan Tema Shalat berjama’ah Adalah Bukti Nyata Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam ini akan disampaikan pada sidang shalat Jumat di Masjid Agung Discovery Residence ( MADR) Bintaro Jaya Sektor 7 Pondok Aren Tangerang Selatan, 29 Rabi’ul Awwal 1447 H/11 September 2026 M.

Khutbah pertama

الحمد لله الذي شرع صلاة الجماعة شعارا لدين الاسلام،
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ،
فَيَآ عباد الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. فقال الله تعالي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ [آل عِمْرَان:

Ma’aasyirol Muslimin jama’ah Jum’at Masjid Agung Discovery Residence yang diberkahi Allah subhanahu wata’aalaa
Menjadi prioritas utama bagi khatib dalam mengawali khutbah ini untuk senantiasa mengingatkan, mengajak, dan berwasiat kepada diri khatib dan para jama’ah untuk terus dan tak henti-hentinya berusaha dengan sungguh-sungguh meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wata’aalaa

Wujud peningkatan ketakwaan ini adalah dengan penguatan komitmen untuk menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ma’aasyirol Muslimin jama’ah Jum’at Masjid Agung Discovery Residence yang diberkahi Allah subhanahu wata’aalaa

BeritaTerkait:

Khutbah Jumat: Teladan Sifat Rasulullah yang Fathonah, Amanah, Siddiq dan Tabligh Dalam Berprilaku di Akhir Zaman di Era Media Sosial dan AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan)

Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan

Khutbah Jumat: Berkorban Karena Cinta Butuh Pengorbanan

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

Allah subhanahu wata’aalaa memerintahkan kepada kita orang beriman untu mencintaiNya dan mencintai RasulullahNya, melebihi cinta kita kepada selainnya.

Dalam surat at-Taubah ayat 24 Allah Ta’aalaa berfirman :

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah (wahai Muhammad ), jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.” Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Allah subhanahu wata’aalaa dan RasululNya adalah wajib.

Dalam hadits sohih riwayat Imam Muslim, Rasulullah shalallahu alayhi wasallam bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan Aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia“.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara membuktikan cinta kita kepada Allah subhanahu wata’aalaa dan RasulNya.

Kita boleh-boleh saja mengaku mencintai Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullahNya. Pertanyaannya apakah Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullaNya mencintai kita ?

Pengakuan akan cinta kita kepada Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullahNya tidaklah cukup hanya sebatas dalam ucapan lisan. Apalah artinya sebuah pengakuan cinta kalau tidak diwujudkan dengan bukti nyata

CINTA yang hakiki kepada Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullahNya harus dibuktikan. Semakin banyak pembuktian, maka semakin tinggi dan sempurna kecintaannya kepada Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullahNya.

Imam Syafi’i rahimakumullah berkata :

لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ … إِنَّ الْمُحِبَّ لِمَنْ يُحِبَّ مُطِيْعُ

“Kalaulah cinta anda itu jujur lagi benar, pasti anda akan mematuhi-Nya; sebab orang yang mencintai itu pasti patuh kepada yang dicintai.”

Dengan demikian cara membuktikan cinta kita kepada Allah subhanahu wata’aalaa dan RasulNya adalah dengan mengikuti Rasulullah shalallahu alayhi wasallam dengan meneladani akhlakNya dan mentaati serta mengamalkan sunnah-sunnahNya atau syari’at Islam.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوني‏ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللهُ غَفُورٌ رَحيمٌ قُلْ أَطيعُوا اللهَ وَ الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ الْكافِرينَ

Artinya: “katakanlah, ‘jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Sunnah2Ku), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir.” (QS. Ali-Imron)

قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الجنة(رواه امام ترميذي)

Anas bin Malik rohimahullah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang menghidupkan (mengikuti dan mengamalkan) sunnahKu, maka berarti ia telah mencintaiKu dan barangsiapa yang mencintaiKu, maka berarti ia bersamaKu di Surga”.(HR.Imam Tirmidzi).

Dan diantara sunnah Rasulullah shalallahu alayhi wasallam yang utama dan agung adalah Istiqomah mendirika shalat fardhu yang lima waktu di awal waktu berjama’ah di masjid.

Ma’aasyirol Muslimin jama’ah Jum’at Masjid Agung Discovery Residence yang diberkahi Allah subhanahu wata’aalaa

Berdasarkan data dari berbagai lembaga survey, termasuk Lembaga survey Indonesia Moslim Report, hanya 2 % umat Islam Indonesia yang istiqamah sholat berjama’ah di masjid. Artinya, dari 100 umat Islam, hanya 2 orang yang istiqamah sholat berjama’ah di masjid. Bahan renungan Pertanyaannya, sudahkah kita termasuk dalam barisan (shaff) 2 % itu ?

Masih menurut lembagai survey ini, faktur utama yang menjadi alasan mayoritas umat Islam belum tergerak shalat berjama’ah di masjid adalah faktor hukum. Pemahaman mereka hanya sebatas bahwa shalat berjama’ah di masjid tidak wajib dan tidak berdosa serta tidak apa-apa jika ditinggalkan”. Penuhnya masjid-masjid saat shalat Jum’at bukti nyata bahwa hukum menjadi faktor utama bagi mayoritas umat Islam untuk memakmurkan masjid

Masalah shalat berjama’ah di masjid bukan hanya sebatas wajib atau tidak wajib, masalahnya adalah jika kita tidak Istiqomah shalat berjama’ah di masjid, maka kita akan kehilangan keutamaan-keutamaan yang teramat sangat luar biasa besar dan agung dari shalat berjama’ah di masjid serta akan kehilangan keberkahan demi keberkahan.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Jika suatu penduduk negeri beriman dan bertakwa, Allah subhanahu wata’aalaa akan melimpahkan keberkahan demi keberkahan dari langit dan bumi” (QS. Al-A’raf : 96)

Dan salah satu bentuk ketaatan yang agung adalah Istiqomah shalat berjama’ah di masjid.

Ma’aasyirol Muslimin jama’ah Jum’at Masjid Agung Discovery Residence yang diberkahi Allah subhanahu wata’aalaa

Ada 2 alasan hukum yang belum dipahami secara utuh yang menjadikan
mayoritas umat Islam belum Istiqomah shalat berjama’ah di masjid. Jika kedua alasan ini dipahami secara utuh, maka mereka akan berpikir seribu kali untuk meninggalkan shalat berjama’ah di masjid.

Kedua alasan tersebut adalah :

1. Mengikuti sebagian ulama Mazhab Syafi’i , Mazhab Hanafi dan Maliki yang berpendapat bahwa hukumnya adalah sunnah mu’akkadah yang tidak berdosa dan tidak apa-apa jika ditingalkan.

Sauradaku, … ketahuilah dan sadarilah, bahwa menurut Imam Malik rohimahullah, pengertian sunnah mu’kkadah bukan hanya sebatas tidak berdosa jika ditinggalkan, akan tetapi sunnah mu’kkadah juga merupakan _*amal ibadah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah shalallahu alayhi dan Beliau tidak pernah meninggalkannya. Hanya sedikit sekali yang beliau tinggalkan dan bagi yang meninggalkannya maka ia tercela. Rasulullah shalallahu alayhi wasallam pernah meninggalkan shalat berjama’ah di masjid saat Aisyah Radhiyallahu Anha sakit.

Bahkan mereka juga menamainya dengan sunnah wajibah (roghibah), sunnah yang sangat ditekankan yang pahalanya menyamai pahala ibadah wajib.*_ Hal ini termaktub dalam banyak kitab,

السنة المؤكدة عند المالكية هي ما واظب عليه النبي ﷺ ولم يتركه إلا نادراً، ويسمونها أحياناً “سنة واجبة” أو “رغيبة”،

“Makna sunnah mu’akkadah menurut Mazhab Maliki adalah amalan yang senantiasa selalu Nabi ﷺ lakukan dan beliau tidak pernah meninggalkannya kecuali jarang sekali meninggalkannya. Dan mereka terkadang menamainya dengan ‘sunnah wajibah’ atau ‘raghibah’. (sangat dianjurkan) dan pahalanya menyamai pahala ibadah wajib”

2. Mengikuti sebagian ulama mazhab Syafi’i lainnya yang berpendapat bahwa hukum shalat berjama’ah di masjid adalah fardhu kifayah yang apabila sudah dikerjakan oleh sebagian umat Islam, maka gugurlah kewajiban bagian umat Islam lainnya.

Saudaraku, … ketahuilah dan sadarilah bahwasannya Imam Syafi’i juga menyatakan pandangan yang jarang diketahui dan dipahami oleh mayoritas umat Islam yang termaktub dalam kitab Al-Umm karya beliau.

وقال الشافعي رحمه الله: (لا أُرخِّص لمَن قَدرَ على صلاة الجماعة في ترك إتيانِها في المسجد

“Imam Syafi’i rohimahullah berkata: “Aku tidak memberikan keringanan bagi orang yang mampu untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid’.”

Melalui pernyataannya itu Imam Syafi’i ingin menegaskan tentang pentingnya shalat berjama’ah di masjid dan tidak membiarkan seseorang meninggalkannya tanpa uzur syar’i.

Ma’aasyirol Muslimin jama’ah Jum’at Masjid Agung Discovery Residence yang diberkahi Allah subhanahu wata’aalaa

1. Mengapa Imam Syafi’i tidak memberikan keringanan kepada pengikutnya untuk meninggalkan shalat berjama’ah di masjid, karena :

a. Meninggalkan Shalat berjama’ah di masjid merupakan perbuatan tercela karena menyelisihi sunnah Rasulullah shalallahu alayhi wasallam

b. Imam Syafi’i rohimahullah tidak menginginkan umat Islam menyia-nyiakan serta meremehkan syi’ar Islam yang agung ini yang berakibat kehilangannya keutamaan yang sangat luar biasa dari shalat berjama’ah di masjid

2. Mengapa dalam surat an-nisa 102 Allah subhanahu wata’aalaa tetap memerintahkan Rasulullah shalallahu alayhi wasallam untuk shalat berjama’ah walaupun dalam keadaaan perang yang disebut dengan shalat khauf ? Alasannya adalah

a. Allah subhanahu wata’aalaa ingin menekankan bahwa :

– Tidak ada alasan apapun dan tidak ada toleransi untuk meninggalkan shalat berjama’ah kecuali uzur syar’i

c. Betapa agungnya nilai shalat berjamaah. Jika dalam situasi perang yang menakutkan saja, shalat berjamaah tetap diwajibkan, maka kondisi aman menjadikannya jauh lebih ditekankan lagi.

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata dalam kitabnya Al- Ausath jilid 4 halaman 135

ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب

“Pada perintah Allah Ta’aala untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”

Dalam kita Assholah halaman 138, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,

وفي هذا دليل على أن الجماعة فرض على الأعيان إذ لم يسقطها سبحانه عن الطائفة الثانية بفعل الأولى، ولو كانت الجماعة سنة لكان أولى الأعذار بسقوطها عذر الخوف، ولو كانت فرض كفاية لسقطت بفعل الطائفة الأولى …وأنه لم يرخص لهم في تركها حال الخوف

“Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“

3. Mengapa dalam hadits Abu Hurairah riwayat Bukhori dan Muslim, Rasulullah shalallahu alayhi wasallam MENGANCAM untuk membakar rumah orang Islam yang tidak shalat berjama’ah di masjid ? Agar orang Islam TERHINDAR DARI SIFAT MUNAFIQ.

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7] HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651

4. Dan dalam hadits yang sama, mengapa Rasulullah shalallahu alayhi wasallam mengatakan “andai orang munafiq tau rahasia shalat isya dan subuh berjama’ah di masjid, maka mereka pasti mendatanginya walau harus merangkak ?Karena Rasulullah shalallahu alayhi wasallam ingin menegaskan BETAPA LUAR BIASANYA PAHALA SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID.

5. Apa alasan Rasulullah shalallahu alayhi tidak memberikan rukhsoh (keringanan) sahabat Abdullah bin Maktum yang sudah tua rentah, matanya buta, tidak ada yang menuntunnya ke masjid serta rumahnya jauh dari masjid, adanya ranjau/pohon kurma dan pohon-pohon lainnya yang menghalanginya antara rumahnya dan masjid, adanya binatang buas yang banyak di Madinah ?

a. Menjadi peringatan keras. JIKA SEORANG TUNANETRA SAJA tetap diwajibkan ke masjid, maka orang yang sehat dan sempurna fisiknya tentu tidak memiliki alasan untuk bermalas-malas.

b. Menjadi ketegasan bahwa KETERBATASAN FISIK BUKANLAH PENGHALANG UNTUK MERAIH KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413 dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571

6. Mengapa Abu Bakar Ash-Shiddiq menyuruh anaknya, Abdullah, menceraikan istrinya (Atikah binti Zaid) karena Abdullah terlalu mencinta istri hingga melalaikan ibadah utamanya yaitu shalat berjama’ah di masjid dan demi menyelamatkan agamanya

7. Mengapa sahabat Umar bin Khattab Radhiallahu Anhu Umar bin Khattab MENGANCAM akan memenggal leher orang yang meninggalkan shalat berjamaah didasarkan pada ketegasan hukum, penegakan disiplin umat.

b. Meninggalkannya secara sengaja dipandang sebagai bentuk pengabaian fatal terhadap kewajiban.

c. Menjaga Kesatuan Umat:

Ma’aasyirol Muslimin jama’ah Jum’at Masjid Agung Discovery Residence yang diberkahi Allah subhanahu wata’aalaa

Marilah kita meneladani sikap para ulama terdahulu mulai sahabat nabi, tabi’in dan tabi’ttabi’in dalam kesungguhan beribadah.

Pemuka Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kesungguhan dan semangat mereka melakukan amalan-amalan sunnah, SAMA dengan kesungguhan dan semangat melakukan ibadah Wajib. Mereka tidak membedakan antara keduanya”._

Seperti digambarkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalaani Rahimahullah dalam Kitab Fathul Baari 3/265.

وقد كان صدر الصحابة ومن تبعهم؛ يواظبون على السنن مواظبتهم على الفرائض، ولا يفرقون بينهما في اغتنام ثوابهما

“Dahulu, para Pemuka Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kesungguhan dan semangat mereka melakukan amalan-amalan sunnah, sama dengan kesungguhan dan semangat melakukan ibadah ibadah yang Wajib. Mereka tidak membedakan semangat melakukannya antara keduanya dalam mengambil manfaat pahalanya”.

Dalam menjalankan suatu ibadah, termasuk shalat berjama’ah di masjid, mereka sudah tidak melihat dari sisi hukumnya, jika berupa perintah, apakah itu wajib atau sunnah, mereka tetap semangat dan sungguh-sungguh serta berlomba-lomba mengerjakannya.

Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’aalaa memberikan kita taufiq (petunjuk dan pertolongan agar diringankan Istiqomah menghidupkan Sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, termasuk shalat berjama’ah di masjid

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَصَابِيْحِ الْغُرَرِ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, bimbinglah kami di akhir zaman ini agar mampu menggunakan lisan, tulisan, dan gawai kami untuk menyebarkan kebenaran, bukan dusta. Jauhkanlah kami dari fitnah media sosial dan dampak buruk teknologi. Jadikanlah teknologi yang kami genggam sebagai ladang pahala, bukan ladang dosa.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. اَقِيْمُوا الصَّلَاةَ

Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Domisili: Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897.

Tags: Khutbah
Share202Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Foto: Ilustrasi Hasan Yazid
Khutbah

Khutbah Jumat: Teladan Sifat Rasulullah yang Fathonah, Amanah, Siddiq dan Tabligh Dalam Berprilaku di Akhir Zaman di Era Media Sosial dan AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan)

by liputan9news
September 3, 2026
0

Khutbah Jumat: Teladan Sifat Rasulullah yang Fathonah, Amanah, Siddiq dan Tabligh Dalam Berprilaku di Akhir Zaman di Era Media Sosial...

Read more
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan

May 21, 2026
Khutbah Jumat: Berkorban Karena Cinta Butuh Pengorbanan

Khutbah Jumat: Berkorban Karena Cinta Butuh Pengorbanan

May 15, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In