• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Moh. Maruf Khozin, Ketua LBM NU Surabaya dan Ketua Aswaja Center Jawa Timur

KH Ma’ruf Khozin Bongkar Penilaian Ulama Salafi terhadap Syekh Albani: Terkadang Dia Salah

September 4, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

KH Ma’ruf Khozin Bongkar Penilaian Ulama Salafi terhadap Syekh Albani: Terkadang Dia Salah

liputan9news by liputan9news
September 4, 2026
in Nasional
A A
0
KH. Moh. Maruf Khozin, Ketua LBM NU Surabaya dan Ketua Aswaja Center Jawa Timur

KH. Moh. Maruf Khozin, Ketua LBM NU Surabaya dan Ketua Aswaja Center Jawa Timur

517
SHARES
1.5k
VIEWS

SURABAYA | LIPUTAN9NEWS
Perdebatan mengenai kapasitas Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bidang hadis kembali mencuat. Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Surabaya sekaligus Ketua Aswaja NU Jawa Timur, KH Moh. Ma’ruf Khozin, ikut menyoroti persoalan tersebut dengan menghadirkan sejumlah penilaian dari ulama yang berada dalam lingkungan Salafi sendiri.

Menurut Kiai Ma’ruf Khozin, kritik terhadap penilaian hadis Syekh Albani bukan semata datang dari kalangan yang berbeda pandangan dengannya. Ia menyebut terdapat ulama Salafi yang juga memberikan catatan terhadap metode dan hasil takhrij Syekh Albani.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Ma’ruf Khozin melalui artikel dalam postingan medsosnya yang membahas “Syekh Albani Menurut Sesama Ulama Salafi”, pada hari Kamis (03/09/2026).

Terkadang Dia Salah

Salah satu rujukan yang dikemukakan Kiai Ma’ruf Khozin adalah penilaian Lajnah ad-Daimah yang di dalamnya tercantum nama Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Mufti Arab Saudi.

BeritaTerkait:

Meruncing Kasus Penghinaan MUI Jatim di Televisi Nasional, Komisi Hukum Turun Tangan

Ansor Jatim Meledak! Pengusaha Sound Horeg Diultimatum Minta Maaf kepada MUI dan KH Ma’ruf Khozin

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

Take Down Wahabi dari Muka Bumi

أما كتاب [سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة] فمؤلفه واسع الاطلاع في الحديث قوي في نقدها والحكم عليها بالصحة أو الضعف وقد يخطئ. (فتاوى اللجنة الدائمة – المجموعة الأولى 4/ 474)عبد الله بن قعود. عبد الله بن غديان . عبد الرزاق عفيفي . عبد العزيز بن عبد الله بن باز

“Kitab Silsilat al-Ahadits adh’Dhaifat wa al-Maudhu’ah’, Pengarangnya -Syekh Albani- memiliki pengetahuan yang luas di bidang hadis, kuat dalam mengkritik hadis, memberi penilaian sah atau dlaif. Dan terkadang dia salah,” (Fatwa Lajnah ad-Daimah).

Dalam kutipan berbahasa Arab yang disampaikan Kiai Ma’ruf Khozin disebutkan bahwa pengarang Silsilat al-Ahadits adh-Dhaifah wa al-Maudhu’ah, yakni Syekh Albani, memiliki pengetahuan luas mengenai hadis dan kuat dalam melakukan kritik serta memberikan penilaian sahih atau dhaif.

Namun, penilaian itu juga disertai catatan bahwa Syekh Albani “terkadang melakukan kesalahan.” Bagi Kiai Ma’ruf Khozin, poin tersebut menunjukkan bahwa keluasan pengetahuan seorang ulama tidak otomatis berarti seluruh penilaiannya terbebas dari kekeliruan.

Kontradiksi Penilaian Hadis

Selanjutnya, Kiai Ma’ruf Khozin kemudian mengangkat karya Syekh Abdullah bin Muhammad ad-Dawisy yang menurutnya secara khusus membahas sejumlah penilaian Syekh Albani terhadap hadis.

Ia mengutip mukadimah kitab Tanbih al-Qari’ ‘ala Taqwiyati ma Dha’afahu al-Albani yang menjelaskan adanya hadis yang dinilai dhaif oleh Albani tetapi kemudian terdapat penilaian berbeda di karya lainnya.

Dalam kutipan tersebut, ad-Dawisy juga menjelaskan bahwa ada hadis yang dinilai dhaif pada satu tempat, tetapi dinilai kuat pada tempat lain.

Ad-Dawisy menulis bahwa ia menyusun catatan tersebut setelah melihat banyak orang mengambil pendapat Syekh Albani tanpa melakukan penelitian lebih lanjut.

Kemudian Kiai Ma’ruf Khozin menaympaikan kutipan pendapat tersebut:

أَمَّا بَعْدُ : فَهَذِهِ أَحَادِيْثُ وَآثَارٌ وَقَفْتُ عَلَيْهَا فِي مُؤَلَّفَاتِ الشَّيْخِ مُحَمَّدٍ نَاصِرِ الدِّيْنِ اْلأَلْبَانِي تَحْتَاجُ إِلَى تَنْبِيْهٍ مِنْهَا مَا ضَعَّفَهُ وَلَمْ يَتَعَقَّبْهُ وَمِنْهَا مَا ضَعَّفَهُ فِي مَوْضِعٍ وَقَوَّاهُ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ وَمِنْهَا مَا قَالَ فِيْهِ لَمْ أَجِدْهُ أَوْ لَمْ أَقِفْ عَلَيْهِ أَوْ نَحْوَهُمَا ، وَلَمَّا رَأَيْتُ كَثِيْرًا مِنَ النَّاسِ يَأْخُذُوْنَ بِقَوْلِهِ بِدُوْنِ بَحْثٍ نَبَّهْتُ عَلَى مَا يَسَّرَنِيَ اللهُ تَعَالَى . فَمَا ضَعَّفَهُ وَهُوَ صَحِيْحٌ أَوْ حَسَنٌ وَلَمْ يَتَعَقَّبْهُ بَيَّنْتُهُ وَمَا ضَعَّفَهُ فِي مَوْضِعٍ ثُمَّ تَعَقَّبَهُ ذَكَرْتُ تَضْعِيْفَهُ ثُمَّ ذَكَرْتُ تَعْقِيْبَهُ لِئَلاَّ يَقْرَأَهُ مَنْ لاَ اطِّلاَعَ لَهُ فِي الْمَوْضِعِ الَّذِي ضَعَّفَهُ فِيْهِ فَيَظُنُّهُ ضَعِيْفًا مُطْلَقًا وَلَيْسَ اْلأَمْرُ عَلَى مَا ظَنَّهُ (تنبيه القارئ على تقوية ما ضعفه الألباني عبدالله بن محمد الدويش 5)

“Kitab ini terdiri dari hadis dan atsar yang saya temukan dalam kitab-kitab Syaikh Albani yang memerlukan peringatan, diantaranya hadis yang ia nilai dhaif tapi tidak ia ralat, diantaranya juga hadis yang ia nilai dhaif di satu kitab tetapi ia sahihkan di kitab yang lain, juga yang ia katakan ‘saya tidak menemukannya’ (padahal dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis), dan sebagainya. Ketika saya melihat banyak orang yang mengambil keterangan dari Albani tanpa meneliti maka saya ingatkan, sesuai yang dimudahkan oleh Allah kepada saya. Maka, apa yang didhaifkan oleh Albani padahal hadis itu sahih atau hasan, maka saya jelaskan. Juga hadis yang didhaifkan Albani di satu kitab tapi ia ralat, maka saya sebutkan penilaian dhaifnya dan ralatannya tersebut. Supaya tidak dibaca oleh orang yang tidak mengerti di bagian kitab yang dinilai dhaif oleh Albani sehingga ia menyangka bahwa hadis itu dhaif secara mutlak, padahal hakikatnya tidak seperti itu,” (Tanbih al-Qari’, 5, Abdullah ad-Dawisy)

Menurutnya, ad-Dawisy tidak sekadar menunjukkan adanya perbedaan penilaian, tetapi juga memberikan penjelasan terhadap hadis-hadis yang menurutnya perlu dikaji kembali.

Disebut Ada Ratusan Perbedaan Penilaian

Dalam pandangannya, Kiai Ma’ruf Khozin menyebut ad-Dawisy mencatat 294 hadis yang menurut kajiannya dinilai dhaif oleh Syekh Albani dalam satu karya, tetapi kemudian dinilai sahih dalam karya lainnya.

Sementara perubahan dari penilaian sahih menjadi dhaif disebut berjumlah 13 hadis.

Ia juga mengutip kajian Muhammad Abu Umar dalam Mukhtashar Tarajum al-Albani. Dalam kajian tersebut, menurut Ma’ruf Hozin, ditemukan perubahan penilaian dari dhaif ke sahih sebanyak 110 hadis, dari sahih ke dhaif sebanyak 71 hadis, serta perubahan antara hasan dan sahih sebanyak 29 hadis.

Namun, angka-angka tersebut merupakan klaim dan hasil penghitungan dari karya yang dirujuk Ma’ruf Hozin, sehingga pembaca tetap perlu melihat langsung karya-karya tersebut untuk memverifikasi metodologi dan rinciannya.

Kesalahan Ulama Memang Bisa Terjadi

Kiai Ma’ruf KHozin menegaskan kesalahan ulama bisa saja terjadi,  tidak menampik bahwa kesalahan dalam penelitian hadis dapat terjadi pada seorang ahli hadis sekalipun.

Menurutnya, persoalannya bukan sekadar apakah seorang ulama pernah melakukan kekeliruan, melainkan bagaimana posisi kekeliruan tersebut dipahami ketika seseorang menjadikan seluruh penilaiannya sebagai rujukan tanpa melakukan telaah.

Ia kemudian mengajukan pertanyaan pembanding mengenai sejumlah ulama hadis klasik.

“Kesalahan kan wajar, banyak ahli hadis lain yang lalai dan melakukan kesalahan? Ya betul. Sekarang pertanyaan dibalik, siapa di antara ahli hadis seperti Al-Hafidz Ibnu Hajar, As-Suyuthi, As-Sakhawi, Al-Haitsami, Al-Ajluni, Al-Kinani, Al-Fatanni, yang melakukan kesalahan sampai ratusan?” ulasnya.

Pertanyaan tersebut menjadi inti kritik Ma’ruf Hozin: sejauh mana sebuah penilaian hadis harus diterima secara langsung, dan sejauh mana tetap perlu diuji melalui perbandingan dengan sumber serta ulama lainnya.

Bukan Soal Merokok, Tapi Soal Referensi

Di bagian awal postingannya, Kiai Ma’ruf Khozin juga menanggapi beredarnya foto editan yang menggambarkan dirinya sedang merokok.

Ia membantah foto tersebut dan mengatakan gambar itu merupakan hasil editan.

“Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba ada foto editan bahwa saya merokok. Ini tidak benar. Ini kelakuan Pak Dosen Yaser Muhammad Arafat (foto asli saya sertakan di komentar/red). Sekali lagi saya bukan ahli hisap.” tegasnya.

Setelah menyinggung persoalan tersebut, Kiai Ma’ruf Khozin mengarahkan pembahasan pada polemik mengenai penilaian terhadap Syekh Albani.

Menurut hematnya, perdebatan semestinya tidak berhenti pada pembelaan terhadap figur tertentu. Lebih penting adalah melihat argumentasi, sumber rujukan, konsistensi penilaian, dan metode yang digunakan dalam menilai hadis.

Dengan menghadirkan penilaian dari sejumlah ulama yang ia kategorikan sebagai bagian dari lingkungan Salafi, Kiai Ma’ruf Khozin ingin menunjukkan bahwa kritik terhadap penilaian Syekh Albani bukan persoalan sederhana antara satu kelompok dan kelompok lainnya.

Pada akhirnya, ia mengajak pembaca untuk tidak menerima sebuah penilaian hadis hanya karena datang dari nama besar, tetapi tetap melakukan kajian, perbandingan dan verifikasi terhadap sumber-sumber yang digunakan.

(Ai/MSN)

Tags: AlbaniAswaja CenterLBM NU SrabayaMa'ruf KhozinSalafi Wahabi
Share207Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Meruncing Kasus Penghinaan MUI Jatim di Televisi Nasional, Komisi Hukum Turun Tangan
Nasional

Meruncing Kasus Penghinaan MUI Jatim di Televisi Nasional, Komisi Hukum Turun Tangan

by Moh. Faisal Asadi
September 11, 2026
0

Meruncing Kasus Penghinaan MUI Jatim di Televisi Nasional, Komisi Hukum Turun Tangan

Read more
Ansor Jatim Meledak! Pengusaha Sound Horeg Diultimatum Minta Maaf kepada MUI dan KH Ma’ruf Khozin

Ansor Jatim Meledak! Pengusaha Sound Horeg Diultimatum Minta Maaf kepada MUI dan KH Ma’ruf Khozin

September 10, 2026
KH. Khotimi Bahri, Katib Syuriah PCNU Kota Bogor dan Sedang Menyelesaikan Program Doktoral di SPI UNUSIA

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

June 6, 2026
Ibnu Saud di Arab saudi pada 1911.(Getty Images)

Take Down Wahabi dari Muka Bumi

October 18, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In