• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Muhammad Shofwan Taj, dikenal Lora Shofwan, Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura

NU Kritis Jelang Muktamar, Para Preman Menguasai Jam’iyyah

June 24, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

NU Kritis Jelang Muktamar, Para Preman Menguasai Jam’iyyah

liputan9news by liputan9news
June 24, 2026
in Nasional
A A
0
KH. Muhammad Shofwan Taj, dikenal Lora Shofwan, Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura

KH. Muhammad Shofwan Taj, dikenal Lora Shofwan, Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura (Foto: Nugroho/MSn)

565
SHARES
1.6k
VIEWS

BANGKALAN | LIPUTAN9NEWS
NU saat ini bisa dilihat perwajahannya dari para aktor yang bermain di arena Konbes dan Munas NU di Ploso, Kediri (20-22/6/2026). Dan, perwajahan NU sekarang akan mencapai puncaknya; terlihat terang saat Muktamar ke-35, awal Agustus 2026. Bila wujudul hilal terjadi di arena Konbes dan Munas, maka imkanur rukyat sepenuhnya terlihat di muktamar, nanti.

Posisi dan gambaran jam’iyyah NU mulai bergeser dan terlihat banyak preman yang beraktivitas didalam jam’iyyah. Preman ini adalah mereka yang merasa bebas didalam struktur NU; tidak ingin terikat pada norma dan etika jam’iyyah, namun berkehendak memaksakan kepentingannya dengan intimidasi dan ancaman, demi ambisi pribadi.

Gambaran NU itu disampaikan oleh KH. Muhammad Shofwan Taj, dikenal Lora Shofwan, Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura, pesantren tertua sejak pertengahan abad 18 dan berdekatan dengan makan Syaekhona Kholil. Ia menilai NU tepat diumur 100 tahun kalender miladiyah berada dalam kondisi kritis. Awan gelap menyelimuti marwah organisasi yang didirikan oleh para wali dan ulama nusantara.

“salah satunya terlihat saat sidang pleno III konbes dan munas NU di Ploso. Bagaimana para preman organisasi bermanuver dihadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional,” kata Lora Shofwan.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

NU Abad Kedua: Otokritik yang Belum Selesai

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

“tidak hanya yang muda-muda, yang tua pun bertindak, sama. Padahal, mereka tokoh di lingkungan NU, dan memiliki pengikut tidak sedikit. Bila itu ditiru generasi berikutnya, awan gelap akan terus menyelimuti NU,” tambahnya.

Lebih lanjut KH M. Shofwan Taj menjelaskan, fenomena selama konbes dan munas menjadi cermin pragmatisme dan kapitalisasi jam’iyyah sudah menjangkiti secara akut pada struktur dan kader organisasi. Dan, kehadiran masyayikh NU dan sesepuh pesantren di tengah-tengah mereka tidak lagi dipertimbangkan dan dijadikan kompas moral berjam’iyyah.

“kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari telah mengingatkan dalam fatwanya di kitab ‘tanbih an-nahdliyyin’ karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan NU bila pragmatisme meluas didalam jam’iyyah,” ujar Lora Shofwan.

“beruntunglah para pemimpin jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang memperjuangkan kejayaan jam’iyyah-nya dan celakalah pemimpin yang memperkuda (menunggangi) jam’iyyah Nahdlatul Ulama untuk mengejar kepentingan pribadi,” sambungnya menukil fatwa Mbah Hasyim Asy’ari.

Yang merusak NU bukan warganya, tapi pemimpinnya, tambah Lora Shofwan. Menurutnya, kerusakan jam’iyyah NU dimulai dari kepentingan ingin berkuasa didalam NU yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan di pemerintahan atau akses ke oligarki. Para pemimpin NU semakin jauh untuk bisa menghadirkan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

“NU sekarang bukan lagi sebagai rumah besar untuk berteduh semua warganya dan masyarakat. Tapi, dikuasai preman-preman yang ingin mendapat keuntungan pribadi dan kelompok dengan menunggangi kebesaran NU,” ungkap Lora Shofwan.

“NU sekarang tidak lagi menjadi civil society atau pusat keseimbangan strategis yang hidup ditengah masyarakat; yang berkhidmah melayani keluh kesah rakyat demi kemashalatan umat,” umbuhnya.

Bagi Lora Shofwan, dinamika pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso Kediri kemarin, telah membuka tabir yang sesungguhnya tentang NU yang ditarik sepenuhnya didalam arus besar kekuasaan. Siapa yang menariknya ?, terlihat dari para aktor yang terhubung langsung dan tidak langsung dengan kekuasaan. NU akan menjadi kecil; hidup dicelah-celah kekuatan yang mengendalikan kekuasaan.

“sepanjang pengurus PBNU menjadi pejabat politik atau mendapat posisi di kekuasaan yang diendorse atas bargaining atau kompensasi politik, maka sepanjang itu pula NU tidak bisa menegaskan posisinya sebagai pembawa risalah dan kemashlahatan umat,” kata Lora Shofwan.

“Coba lihat keputusan Muktamar ke20 NU tahun 1954. NU tegas melarang pengurus merangkap jabatan politik di pemerintahan. Kenapa ?. Pasti soal konflik kepentingan dalam membawa NU sesuai khittahnya,” pungkasnya.

(WLY)

Munas dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka di Ponpes Al-Falah Ploso Malam Ini, Dimana Muktamar akan Digelar

Tags: KritisMuktamar NU Ke-35Nahdlatul UlamaNU
Share226Tweet141SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 
Agenda

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

by liputan9news
September 25, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Read more
Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

September 13, 2026
KH. Taufik Damas, Lc. MA., Aktiivis Muda NU & Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta.

NU Abad Kedua: Otokritik yang Belum Selesai

September 22, 2026
Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

September 10, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In